Amankah Pesan Antar Makanan Saat Wabah Virus Corona? Ini Jawabannya

Penggunaan layanan pesan antar makanan dinilai sebagai solusi tepat di tengah adanya pembatasan interaksi sosial akibat wabah virus corona.

31
Ilustrasi/wartabengawan.com

NGETRIP – Di tengah pandemi wabah virus corona atau COVID-19 layanan pesan antar menjadi pilihan sebagian orang untuk menuntaskan rasa lapar di tengah merebaknya imbauan from at home atau rumah saja.

Makan di rumah sembari melakukan social distancing memang disebut-sebut dapat menurunkan risiko penularan virus corona.

Ya, penggunaan layanan pesan antar makanan dinilai sebagai solusi tepat di tengah adanya pembatasan interaksi sosial akibat wabah virus corona.

Peneliti Mikrobiologi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Asril, menilai layanan pesan antar makanan seperti Gofood bisa sangat membantu social distancing.

Lantaran mengurangi kontak langsung dengan banyak orang untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Kami tahu jika makan di restoran atau tempat makan memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi (pertukaran droplet) daripada makan di rumah. Apalagi makannya sambil ngobrol,” ujar Asril mengutip dari JPNN.com.

Namun, siapa sangka, ada juga yang beependapat makanan yang diantarkan kurir juga tak lebih aman dari makan di restoran!

Menurut mereka, bisa saja pengantar makanan tersebut adalah penderita COVID-19 yang belum menunjukkan gejala parah.

Menurut Asril, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan Covid-19 bisa ditularkan melalui makanan.

Tentunya, salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19, yaitu dengan cuci tangan atau menjaga jarak, dan pengecakan suhu tubuh.

Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan, penularannya melalui droplet (cairan) yang dikeluarkan oleh penderita dan ditularkan melalui mata, hidung dan mulut.

“Yang paling mendasar, driver jasa pesan antar harus memastikan dirinya dalam keadaan sehat (suhu tubuh jangan diatas 37,3 derajat celcius). Walaupun beberapa kasus tidak menunjukkan gejala panas atau demam, tapi ini yang paling utama untuk dijaga,” ujar Dosen Biologi tersebut.

BACA JUGA:  Sekda Iwa: Pemilihan Dewan Pendidikan Harus Tepat

Dia berpesan, penyedia makanan lebih baik menyediakan makanan yang dimasak atau dipanaskan saat ada pemesanan saja. Sebab, secara struktur, virusnya akan mati pada panas tinggi atau dengan bahan kimia (desinfektan).

Sumber lainnya dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, mengatakan memang lebih aman untuk memanfaatkan layanan pesan antar makanan ketimbang makan di restoran ramai.

“Tempat umum jadi tempat yang berisiko tinggi menularkan virus, jadi akan lebih baik pakai layanan tersebut,” kata dokter yang kerap disapa dr. Deri masih mengutip dari JPNN.com

Lalu, bagaimana dengan risiko penularan yang dibawa oleh si kurir? Menanggapi pertanyaan tersebut, dr. Deri mengatakan, risikonya tetap lebih kecil.

“Delivery, kan, hanya lewat satu orang saja, dan belum tentu juga dia merupakan orang yang terinfeksi. Jadi, jelas risikonya lebih kecil. Beda kalau berhadapan dengan banyak orang, kesempatannya akan lebih besar,” tuntasnya.