Gojek dan Grab Jelaskan Penurunan dan Peningkatan Layanan di Tengah Pandemi Corona

Saat pandemi virus Corona seperti saat ini, layanan konsultasi kesehatan atau telemedicine naik signifikan.

21
Ilustrasi/IDN Times

NGETRIP – Penerapan social distancing dan work from home untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, diakui Gojek dan Grab menyebabkan penurunan volume berbagi tumpangan (ride hailing) seperti taksi dan ojek online.

Dikatakan Chief Public Policy and Government Relations Gojek Group Shinto Nugroho, untuk layanan antar barang, makanan, dan hiburan saat pandemi virus Corona ini kecenderungannya stabil.

“Overall sudah ada self distancing dan WFH (bekerja dari rumah) pengguna transport menurun,” ujarnya mengutip dari Tempo.co.

Namun dia enggan menuturkan angka pasti dari penurunan dan trafik layanannya secara detail. “Overall penurunan transport paling besar,” tuturnya.

Shinto menambahkan, saat pandemi virus Corona seperti saat ini, layanan konsultasi kesehatan atau telemedicine naik signifikan. Telemedicine yang berada di Gojek berkolaborasi bersama Halodoc.

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena orang-orang ingin tetap bekerja dari rumah dan mendapatkan info kesehatan secara bersamaan.

“Jumlah keinginan orang mencari tahu kesehatan itu tinggi sekali, jadi dengan telemedicine,” kata Shinto.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menggandeng Gojek dan Grab dalam menangani pandemi virus Corona.

Caranya, pengguna bisa mengakses kedua aplikasi Gojek dan Grab untuk mengetahui dirinya tergolong Orang dalam Pengawasan (ODP) atau Pasien dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

Head of Public Affairs Grab Tri Sukma Anreianno juga mengakui order dari layanan antar penumpang mengalami penurunan, karena orang lebih banyak tinggal di rumah. Namun layanan antar makanan dan pengiriman barang mengalami peningkatan.

Juga layanan konsultasi kesehatan yang berada pada Grab pun mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

“Akses pada telemedicine Grab Health bersama Good Doctor meningkat cukup tinggi,” tutur Tri.

Kedua perusahaan rintisan ini pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap produktif walaupun beraktivitas dari rumah.