Gojek Siapkan Santunan Jika Pengemudi Positif Virus Corona

Co-CEO Gojek Indonesia, Andre Soelistyo, mengatakan perusahaan terus berupaya melindungi semua karyawan dan mitra mereka dari ancaman virus ini.

65
Ilustrasi/katadata

NGETRIP – Gojek Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi virus corona atau Covid-19. Salah satunya jika ada pengemudi yang dinyatakan positif virus corona.

Saat ini, penyebaran virus corona diketahui terus meluas. Saat ini sudah 686 orang yang terinfeksi virus corona di tanah air. 55 meninggal dunia dan 30 lainnya sembuh.

Dalam situasi seperti ini, pengemudi ojek online tetap bekerja seperti biasa, terutama untuk melayani pesan-antar makanan, bagi masyarakat yang harus bekerja dari rumah.

Co-CEO Gojek Indonesia, Andre Soelistyo, mengatakan perusahaan terus berupaya melindungi semua karyawan dan mitra mereka dari ancaman virus ini.

Salah satunya, Gojek telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) sesuai anjuran dari pemerintah pusat.

“Jika sudah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan, berarti nanti secara income, kami akan kasih santunan. Tapi jujur saja, masalah kami tidak seberapa dibandingkan dengan yang dihadapi mitra pengemudi dan merchant,” kata dia, melansir dari Tempo.co.

Gojek pun sudah menambahkan pilihan nominal tip hingga Rp100 ribu di aplikasi milik konsumen. Lalu Andre juga mengumumkan dana bantuan hingga Rp100 miliar. Dana ini didapat dari potongan gaji para pimpinan perusahaan dan karyawan di Gojek. Tujuannya untuk menjaga stabilitas keuangan dari mitra pengemudi.

Terakhir, Gojek dan sejumlah pihak lainnya mengusulkan adanya kelonggaran pembayaran kredit motor bagi mitra pengemudi. Gojek mengusulkan adanya penundaan pembayaran hingga tiga sampai enam bulan. Tujuannya agar pengemudi tetap mendapatkan pendapatan yang sama, di tengah sepinya penumpang.

Namun, pemerintah memberikan lebih dari itu. Jumat, 20 Maret 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Ketua OJK Wimboh Santoso telah menyetujui relaksasi kebijakan leasing motor untuk ojek online.

BACA JUGA:  Netizen Heboh, Akun Instagram Gojek Tiba-tiba Kosong

Nantinya, fasilitas kredit motor bisa diperpanjang atau diturunkan untuk periode satu tahun. Di sisi lain, perusahaan leasing juga diminta tidak menggunakan jasa penagihan atau debt collector, yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, terutama untuk ojek online.