150 KK di Melong Terdampak Banjir

NGETRIP. ID,  Cimahi- Sebanyak 105 kepala keluarga di RW 02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terdampak banjir. Tak hanya itu, salah seorang warga yang mengidap epilepsi meninggal dunia.

Insiden banjir tersebut terjadi pasca hujan deras yang mengguyur kota Cimahi, Sabtu (15)12)2018). Akibatnya, sungai Cikendal meluap dan Kirmir di salah satu pabrik jebol. Luapan air pun merendam rumah warga.  

Meski demikian, belum ada laporan adanya warga yang mengungsi akibat banjir yang menggenangi rumah warga setinggi 1,5 meter tersebut. Korban bernama Pedro, 30, diduga meninggal karena mengidap epilepsi saat banjir menggenangi rumahnya. Setelah dievakuasi dari rumahnya, korban langsung dimakamkan pada Minggu (16/12/2018).

Salah seorang warga Wandi (45) mengaku banjir mulai menerjang pemukiman warga saat hujan deras mengguyur wilayah Cimahi sejak Sabtu (15/12)2018) sore. 

“Air hujan mulai masuk rumah sekitar jam 17.00 WIB. Warga tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menyingkirkan barang-barang supaya tidak rusak terkena banjir,” katanya.

Wandi hanya bisa menyelamatkan barang seadanya dari dalam rumah. Sebab, perabotan seperti lemari, kasur dan kursi tak luput dari genangan banjir. Banjir sendiri disebabkan saluran drainase yang kurang memadai, sehingga tidak bisa menampung air ketika hujan deras turun.

Ketika banjir, lanjut dia, warga menyelamatkan diri ke tempat yang wilayahnya lebih tinggi sedangkan barang-barang yang terlanjur terendam ditinggalkan di dalam rumah.

Menurutnya, jika memasuki musim hujan, Wandi dan warga lainya selalu merasa was-was karena wilayahnya menjadi langganan banjir. Selama bertahun-tahun solusi penanganan masalah banjir di Cimahi Selatan tidak pernah tuntas hingga saat ini.

“Sudah lebih dari 10 tahun kami terbiasa dengan banjir, tapi belum ada solusi kongkrit dari pemerintah dalam mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan, sebanyak 105 KK dan 420 jiwa terdampak akibat banjir tersebut.

“Penyebabnya akibat luapan air dari Kali Cikendal dan jebolnya benteng kirmir pabrik baso,” katanya.

Penyebab banjir tersebut, diketahui setelah BPBD Kota Cimahi melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Damkar Kota Cimahi, Tagana, PMI, Inafis Polres Cimahi dan RT/RW setempat.

“Di lokasi kejadian, kami melakukan assessment atau kaji cepat setelah mendapat informasi dari pihak Kelurahan Melong,” katanya.

Komandan Regu 1 Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Indra Hadi, menambahkan, saat banjir itu, satu orang yang mengontrak dikawasan tersebut meninggal dunia karena diduga epilepsinya kambuh.

“Kita mendapat laporan dari warga bahwa ada yang terjebak saat banjir di rumah lantai dua, ternyata pas kita cek sudah meninggal dunia,” katanya. (sf)