8 Pelaku Pecah Kaca Diringkus Polisi

Foto: Ismalia

NGETRIP ID, Cimahi Aksi komplotan pecah kaca dengan sasaran nasabah bank, berhasil diringkus Sat Reskrim Polres Cimahi. Ada delapan tersangka, dua di antaranya dihadiahi timah panas. 

Kedelapan tersangka itu, yakni DH, VA, TA, AA, NA, BA, AS, dan MA. Dari delapan tersangka, lima bertugas sebagai eksekutor, dan tiga sebagai penadah barang curian. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda belum lama ini. 

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana menyebutkan , komplotan ini sudah beraksi lebih di 10 TKP berbeda, terakhir mereka beraksi di dua kawasan yang masuk wilayah hukum Polres Cimahi, yakni di Ngamprah dan Lembang Kabupaten Bandung Barat. 

“Dari pengakuannya, mereka sudah beraksi di 10 TKP. Tapi kita terus mendalami, dan tak percaya begitu saja,” katanya kepada wartawan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Rabu (28/11/2018)

Khusus di wilayah hukum Polres Cimahi, ada dua lokasi yang pernah jadi target para pelaku. Pertama di Kampung Caringin, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Uang yang digasak pelaku saat itu mencapai Rp 250 juta.

Kemudian lokasi kedua di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kampung Cilumbeur, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, KBB. Pelaku berhasil menggasak uang nasabah sebanyak 500 juta.

Selain di wilayah hukum Polres Cimahi, Rusdy menngungkapkan, komplotan dari Lubuk Linggau tersebut juga sering beraksi di daerah lain, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Indramayu, Cianjur, Subang dan Purwakarta.

Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Niko N Adiputra mengatakan, setiap kali beraksi para pelaku biasanya berjumlah 10 hingga 12 orang. Mereka memiliki peran dan tugas yang berbeda, ada yang bertugas di dalam bank, di luar dan di jalanan.

“Target mereka nasabah yang mengambil uang banyak. Jika target sudah ditemukan, mereka pun mulai beraksi,” katanya.

Caranya, target yang sudah mereka tandai langsung dibuntuti para pelaku. Sebagian mereka ada yang bertugas memepet kendaraan korban, memecahkan bagian kaca, hingga mengambil barang. Jika korban melawan, komplotan ini pun tak segan-segan melakukan tindak kekerasan. 

Selain itu, komplotan ini beraksi tidak hanya di satu wilayah. Jika keberadaan mereka sudah terendus kepolisian, wilayah operasinya akan berpindah, bahkan hingga ke provinsi lain.

Dari kedelapan tersangka, lima merupakan eksekutor. Sementara tiga tersangka merupakan penadah barang curian. Dua tersangka atasnama DH dan VA terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak betisnya lantaran akan kabur dan melawan petugas saat akan ditangkap.

“Kita masih memburu otak pelakunya, dan dia sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” ujarnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dan khusus tiga pelaku dijerat pasal 480 KUHPidana tentang penadah dengan ancaman tujuh tahun penjara. (ismalia)