Abubakar Ancam Kadisnya Dimutasi Jika Tak Bantu Pencalonan Istrinya

122

NGETRIP. ID, Bandung– Untuk mengumpulkan dana demi kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah di Pilkada KBB 2018, Mantan Bupati KBB Abubakar memerintahkan para kepala SKPD untuk urunan dan jika yang tidak membantu akan dimutasikan.

Dalam sidang dakwaan yang dipimpin I Dewa Suardhita, JPU KPK Budi Nugraha menyatakan Abubakar didakwa menerima suap Rp 860 juta dari uang partisipasi yang diberikan para kepala SKPD kepadanya untuk kepentingan pencalonan Elin Suharliah di Pillkada KBB 2018.

”Pada Desember 2017, terdakwa Abubakar mengumpulkan sekitar 17 kepala SKPD untuk memberikan iuran sejumlah uang guna pencalonan pasangan Elin Suharliah dan Maman S Sunjaya,” katanya saat membacakan dakwaannya di Ruang 1 Pengadilan Tipikor pada PN Kelas !A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (26/8/2018).

Kemudian terdakwa meminta Adhiyoto untuk melakukan survei pengenalan masyarakat terhadap pasangan Elin-Maman melalui lembaga survey Indopoling dengan dana Rp 120 juta yang berasal dari dana non budgeter Bappelitbangda yang saat itu dipimpin Asep Hikayat (sudah dituntut).

Tidak hanya itu, terdakwa kemudian mengumpulkan para kepala dinas dan menegaskan kembali soal pencalonan istrinya, serta meminta dukungan baik moril dan materil.

Sebagai penegasan dan’ permintaan Terdakwa tersebut, masih di Bulan Januari 2018 bertempat di rumah Terdakwa di Jalan Grand Hotel Lembang No. 33 Kabupaten Bandung Barat, Tendakwa memanggil ADIYOTO dan WETI LEMBANAWATI untuk menegaskan tindak lanjut dari keinginan Terdakwa untuk meminta partisipasi iuran berupa uang yang berasal dari beberapa DinasISKPD di lingkungan

”Kemudian terdakwa memerintahkan kepada Weti dan Adhiyoto dengan kata-kata tolong dibantu untuk mengumpulkan SKPD-SKPD, dan tanyakan apa SKPD bisa membantu, dan berapa bisa hantunya”, katanya.

Tidak hanya itu, sekitar awal Februari 2018, pada saat rapat di Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, terdakwa kembali menegaskan kepada Kepala Dinas yang hadir agar ikut membantu mensukseskan pencalonan Elin-Maman. Terdakwa juga sempat menyampaikan kalimat yang pada pokoknya bahwa jjika ada Kepala Dinas/SKPD yang tidak mau membantu maka akan diganti jabatannya. Perintah tersebut langsung ditindaklanjuti Weti dan Adhiyoto.

Dalam pertemuan tersebut Adiyoto kembali menegaskan dengan mengatakan, “Pimpinan (Terdakwa selaku Bupati Bandung Barat) lagi butuh, kamu mesti Inget lah, kita kasih supporting, kita bantu untuk bantu Pilkada,” dan Weti menambahkan dengan mengatakan “KumpuI-kumpulln lah sepuluh juta rupiah masing-masing kepala dinas, secepatnya, paling lambat Jum’at. Ada catatannya nanti, yang ngasih dan tidak, saya catat,” ujar Budi menirukan ucapan keduanya.

Kemudian atas sepengetahuan terdakwa, Adiyoto kembali melakukan pertemuan dengan kepala SKPD dan menyebutkan soal kebutuhan dana Rp 970 juta untuk kepentingan survei elektabilitas. Kemudian para kepala SKPD diharuskan menyumbang Rp 50 hingga Rp 65 juta yang dikumpulkan di Adiyoto dan Weti. (sf/ismalia)