Ada Grup LGBT di Garut, Ini Reaksi Ridwan Kamil

454

NGETRIP.ID, Bandung– Warga Garut dihebohkan dengan grup Facebook gay yang dikhususkan bagi siswa SMP dan SMA. Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun langsung angkat suara soal keberadaan grup tersebut.

Diketahui, sedikitnya ada tiga grup gay yang dibentuk di media sosial Facebook. Terpantau ada empat grup gay yang aktif. Dari obrolan yang ada, anggota grup mengetahui bahwa  informasinya sudah sampai ke publik, sehingga meminta admin untuk mengubah pengaturan menjadi tertutup.

Ada pula yang takut identitasnya bocor sehingga tak sedikit yang keluar dari grup tersebut. Namun, ada dari mereka yang menawarkan diri untuk mencari pacar.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku itu membuatnya prihatin. Secara khusus dirinya akan berkomunikasi dengan bupati garut untuk memetakan dulu masalahnya.

“Saya komitmen untuk memberantas hal-hal begitu, apalagi d level usia pelajar. Karena saya belum ada datanya baru baca online, jadi saya mohon izin belum bisa komentar banyak, hari ini saya mau kontak bupati garut untuk minta data dan setelah itu ada saya kabari rencana tindakannya,” katanya saat ditemui di Gedung Sate,Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (9/10/2018).

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Rahayu, mengetahui kabar tersebut dari rekannya melalui Whatsapp.

Dari informasi yang diterimanya, ada tiga grup penyuka sesama jenis yang beredar. Pertama yang dikhususkan untuk anak sekolah. Sedangkan dua grup lain untuk beberapa wilayah kecamatan.

MGMP akan segera melaporkan adanya grup tersebur ke Polres Garut. Tindakan hukum harus diberikan kepada pembuat grup dan para pelaku.

“Biasanya mereka yang jadi penyuka sesama jenis ini karena faktor lingkungan. Ditambah kurangnya kasih sayang dari keluarga,” katanya.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengaku sudah menerima informasi adanya grup penyuka sesama jenis di Facebook. Pihaknya pun akan segera menyelidiki keberadaan grup tersebut.

“Pasti akan kami selidiki grup ini. Sudah dapat informasi soal keberadaan grup itu,” ucap Budi saat dihubungi. (ismalia)