Ajari Anak Berjalan, Emil Luncurkan Program ‘Ngabaso’

NGETRIP. ID, Ngamprah– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan program Ngabring ka Sakola (Ngabaso) ‎sekaligus membuka acara Jambore Forum Anak Jawa Barat 2018 di Hotel Masone Pine, Kota Baru Parahyangan, Kamis (23/11/2018). 

Peresmian atau launching Program Ngbaso ditandai dengan penyematan pin terhadap anak-anak sekolah, oleh Ridwan Kamil didampingi istrinya Athaliya Ridwan Kamil. 

“Dengan ucapan Bismillah saya launching Ngabaso sekaligus pembukaan Jambore Forum Anak Jawa Barat 2018,” kata Emil sapaan karibnya saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, budaya berjalan kaki ke sekolah merupakan budaya asli Indonesia dan harus dilestarikan. Dengan program Ngabaso ini diharapkan budaya itu kembali muncul.

“Saya perintahkan agar semua dinas pendidikan mengimplementasikan program ini. Semua kepala sekolah bisa mengatur agar anak nanti tidak di antar oleh orang tuanya sampai ke gerbang, tapi ada budaya jalan kakinya dulu secara bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, Kang Emil sapaan karibnya, mengklaim sedang mengkondisikan anak-anak di Jawa Barat memili empat nilai utama, yakni fisik yang sehat, akal yang cerdas, akhlak yang mulia, dan memiliki nilai spiritual. 

‎”Anak di Jabar harus punya empat nilai, fisiknya harus sehat, kemudian IQ-nya bagus, ditunjang SQ, dan berkarakter. Jabar masagi, jadi pendidikan di Jabar tidak hanya pinternya saja, tapi juga berkarakter,” ujarnya.

‎Menurutnya, keempat nilai itu akan diterjemahkan dalam berbagai program penunjang, salah satunya dengan pendidikan berkarakter Ngabaso. Pihaknya akan mewajibkan orang tua untuk mengantar anaknya ke sekolah tidak lagi sampai pintu gerbang, tetapi sampai radios 50 meter dari sekolah. 

Dengan demikian, nanti akan lahir budaya baru anak berangkat ke sekolah berjalan kaki, saling berjabat tangan dengan teman-temannya, dan tidak manja, serta yang paling penting ada interaksi sosial saat mereka bersama-sama menuju sekolah. 

“Mudah-mudahan dengan program ini lahirkan anak peduli sesama. Selain itu ini zamannya digital, waktu (anak-anak) ngabring difoto, di video dan diviralkan,” ujarnya. (ismlia)