Akhir Juni Rampung, Menhub Jelaskan Alasan Larangan Diskon Tarif Ojek Online

Aturan soal pelarangan diskon tarif ojek online dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Karya Sumadi, ditargetkan rampung pada akhir Juni 2019.

117
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Karya Sumadi

NGETRIP.ID, Aturan soal pelarangan diskon tarif ojek online dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Karya Sumadi, ditargetkan rampung pada akhir Juni 2019.

Kementerian Perhubungan akan melarang adanya diskon atau potongan harga dalam tarif ojek online dengan membuat aturan khusus. Potongan harga itu disebut dapat membuat dua aplikator ojek online perang harga dan saling membunuh satu sama lain.

Budi menuturkan, diskon transportasi online yang dilarang terdiri atas diskon langsung maupun tidak langsung. Diskon langsung merupakan potongan yang diberikan oleh aplikator, sedangkan diskon tidak langsung diberikan melalui teknologi finansial yang mendukung operasional aplikator.

“Tapi diskon yang langsung sekarang sudah relatif tidak ada, yang sekarang ini ada diskon yang tidak langsung yang diberikan oleh partner-partner ya,” kata Budi Karya di Jakarta, seperti melansir dari tempo.co.

Saat ini, Kemenhub tengah menyusun Peraturan Menteri Perhubungan (PM) atau surat edaran yang akan melarang adanya potongan harga tarif dan biaya jasa transportasi online.

Potongan harga itu hanya memberikan keuntungan sesaat, tetapi dalam jangka panjang dapat membunuh salah satu aplikator sehingga pemain yang tersisa tinggal satu saja.

“Diskon ini kan memang memberikan suatu keuntungan sesaat, tapi for the long timeitu saling membunuh. Itu yang kita ingin tidak terjadi,” jelas Budi Karya.

Budi Setiyadi mengatakan, aturan soal pelarangan diskon tarif ojek online ditargetkan kelar pada akhir Juni 2019. “Ya mungkin butuh harmonisasi, satu hingga dua pekan ke depan. Akhir