Akhirnya Kemenhub Izinkan Ojek Online Angkut Penumpang, Grab Langsung Merespons

95
Ilustrasi/Hulondalo.id

NGETRIP – Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mengizinkan ojek online (ojol) kembali mengangkut penumpang di wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Disebutkan pada Pasal 11 ayat (c) sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Kendati demikian dalam pasal 11 ayat (d) disebut pula, dalam hal tertentu untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan untuk kepentingan pribadi, sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, sebenarnya pihaknya memberikan catatan untuk para pengemudi ojek online (ojol) untuk bisa mengangkut penumpang dan sedang disusun bersama aplikator untuk bagaimana penerapan pengawasannya tersebut.

“Nanti peraturan menteri kita memberikan catatan untuk bisa mengangkut penumpang, itu akan dilakukan protokol yang sangat ketat sekali, dan kita harapkan ada dalam algaritma mereka [aplikator ojol],” kata Budi melansir dari CNBC Indonesia, Minggu (12/4/2020).

Misalnya saja, kata Budi, aplikator akan menerapkan kriteria pengemudi seperti apa yang diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. Misalnya saja dari sisi kesehatan dan seperti apa alat pelindung dirinya. Di mana kriteria-kriteria itu akan hadir di dalam fitur aplikasi mereka.

Menurut Budi, aplikator menyepakati apa yang sudah diatur oleh pemerintah. Kendati demikian, pemerintah bersama aplikator masih terus membahas mekanisme yang akan dijalankan seperti apa.

Seperti diketahui, dalam Pasal 11 ayat (d) Permenhub 18/2020 disebut, protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya yakni aktivitas lain yang diperbolehkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah selesai digunakan.

Selain itu juga bagi harus menggunakan masker dan sarung tangan. Serta tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

“Pengawasan ini butuh kerja sama. Pengawasan bukan hanya petugas saja, tapi juga masyarakat yang akan menggunakan jasa ojek online ini,” lanjut Budi.

Grab Merespons

Menanggapi perubahan ini, Grab selaku platform ride hailing masih menunggu aturan tersebut resmi berlaku.

“Terkait PM 18 yang akan mengizinkan layanan ojol untuk melayani penumpang, sesuai arahan Kemenhub saat ini kami masih menunggu PM 18 ini untuk diundang-undangkan dan secara resmi berlaku,” jelas Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia dalam keterangan resmi melasnir dari Kompas.com, Minggu (12/4/2020).

Grab belum bisa memastikan kapan menu GrabRide di aplikasi akan muncul kembali untuk wilayah DKI Jakarta.

Hingga Minggu (12/4/2020) sore, menu layanan ojek motor tersebut masih belum tersedia di aplikasi Grab. Begitu pula dengan GoRide yang juga masih menghilang di aplikasi Gojek.

Kendati demikian, layanan Gojek dan Grab masih menyediakan layanan taksi online, yakni GoCar dan GrabCar.

Layanan lain juga masih tersedia termasuk layanan pesan-antar makanan, yakni Go Food dan Grab Food serta layanan ekspedisi, seperti Go Send dan GrabExpress.