Aksi Pengemudi Taksi di Gedung Lippo Kuningan Ricuh, Massa Aksi Masih Bertahan

3549

NGETRIP.ID, JAKARTA— Demo mitra pengemudi online yang tergabung dalam Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) di kantor Grab, Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, berlangsung ricuh, Senin (29/10/2018).

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Suharyono mengatakan, demonstran memecahkan kaca lobi Gedung Lippo Kuningan. “Betul, kaca dipecahkan demonstran yang ingin menerobos masuk,” kata Suharyono kepada wartawan, Senin (29/10/2018).

Selain memecahkan kaca, aksi ini juga membuat Jalan HR Rasuna Said macet. 

Hal itu disebabkan demonstran membakar ban di depan Gedung Lippo. Polisi tengah berusaha membubarkan demonstran secara paksa.

“Sekarang proses pembubaran dengan gas air mata,” ujar Suharyono.

Komunitas Gerhana bulan lalu telah mendemo Grab dan pesaingnya Go-Jek. Saat mendemo Grab, pada 10 September 2018 lalu, ada empat tuntutan yang mereka sampaikan.

Pertama, menagih janji aplikator terkait kesejahteraan. Kedua, menolak keras aplikator menjadi perusahaan transportasi. Ketiga, menolak keras eksploitasi terhadap driver online, dan menolak keras kartelisasi dan monopoli bisnis transportasi online. Keempat, meminta pemerintah menutup perusahaan dan membuat perusahaan baru jika permintaan mereka tak diindahkan.

Sedangkan Anggota Asosiasi Driver Online (ADO) Reffy mengungkap pihaknya memiliki tujuh tuntutan. 

Ketujuh tuntutan itu adalah tarif dan skema poin yang manusiawi, stop pemotongan pajak ilegal, stop penerimaan mitra pengemudi baru, dan meminta perlindungan maksimal bagi mitra dalam hal ini pengemudi.

Selain itu mereka juga menginginkan sistem ‘open suspend‘ bagi mitra driver online individu, stop monopoli dan diskriminasi order prioritas, serta menginginkan bisnis transportasi onlineyang lebih adil dan profesional.

Bertahan

Dari pantauan Ngetrip.ID Massa aksi masih tetap bertahan di depan gedung Lippo, Kuningan, Jakarta Selatan.

Massa aksi Gerhana 2910, perwakilan Jawa Barat yang tergabung dalam Posko Jabar menyatakan akan tetap di depan gedung Grab Kuningan, Jakarta Selatan selama tuntutannya belum terpenuhi.

“Karena belum tereasilasinya tuntuntan kita pada aksi hari ini, bahkan ada beberapa dari anggota kami mengalami luka terkena peluru karet, maka kami akan tetap disini, sampai tuntutan kami terpenuhi,” ujar Eby Brutus, ketua Posko jabar. (sf)