Anak Pengeroyok Suporter The Jak Meminta Dimasukan Pesantren

Foto: Ismalia

NGETRIP.ID, Bandung– Kedua pelaku anak yang menewaskan Suporter The Jak, Haringga Sirla memohon agar hakim tidak menjebloskannya ke penjara, melainkan bisa melanjutkan pendidikan ke pesantren.

Hal itu terungkap dalam sidang pledoi kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Haringga, dengan terdakwa anak di bawah umur  ST dan DN, di Pengadilan Anak pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (24/10/2018).

Usai persidangan kuasa hukum ST dan DN,  Dadang mengakui kepada hakim jika kliennya bersalah, namun memohon agar hakim menjatuhi hukuman percobaan terhadap keduanya. Juga dimasukan ke pesantren untuk melanjutkan pendidikannya dalam kurun waktu dua tahun.

“Konteksnya tetap diputus pidana penjara tapi tidak menjalani kewajiban untuk penghukuman (masuk penjara) dalam rentang waktu yang ditentukan,” katanya

Meski begitu, Dadang mengaku dengan pidana percobaan itu jika ST dan DN melakukan perbuatan pidana dalam rentang waktu yang ditentukan, bisa masuk ke penjara. 

“Karena itu kami mohonkan dulu agar yang bersangkutan bisa masuk ke pontren karena agar bisa mendapat pendidikan agama, bisa memperdalamnya dan sekaligus bertobat. Mereka juga nantinya harus bisa berguna bagi negara, masyarakat dan khususnya keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengajuan pendidikan di pontren datang dari kuasa hukum dan sudah dikordinasikan dengan pihak Bapas. Selain itu, keluarga dan juga terdakwa mendukungnya.

Ditanya sikapnya jika nanti hakim tetap memutus sebagaimana tuntutan jaksa yaitu pidana penjara 4 tahun untuk ST dan 3,5 tahun untuk DN, Dadang menyebut pihaknya akan mencari alternatif lain.

Perkara penganiayaan dengan terdakwa ST dan DN ini akan dilanjutkan besok, Kamis (25/10/2018) dengan agenda putusan. Sebelumnya, terdakwa dituntut dengan hukuman 4 dan 3,5 tahun penjara karena dinilai terbukti bersalah melakukan penganiayaan sebagaimana Pasal 170 KUHPidana. (ismalia)