Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Suber Daya Manusia Daerah Cimahi Tes Urine 600 Guru

118
Foto: ismalia

NGETRIP. ID, Cimahi- Sebanyak 600 guru dan tenaga pendidik di Kota Cimahi menjalani pemeriksaan urine atau tes urine. Tes dilakukan sebagai pembinaan juga ingin mengindari para aparatur sipil negara (ASN) di Kota Cimahi dari pemakaian obat-obat terlarang.

Tes urine yang diprakarsai Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Suber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi digelar secara serentak di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Cimahi.

Berdasar pantauan, guru dan tenaga pendidik ASN diharuskan  mengisi formulir dan membawa sebuah botol plastik untuk menampung urine. Ada lima parameter tes narkoba yang dilakukan, yakni amfetamin, metamfetamin, morfin, kokain dan benzodiapezin.

Kepala BPKSDMD Kota Cimahi, Harjono mengakubyesburine dilakukan sebagai  bentuk pengawasan terhadap para guru atau tenaga pendidik yang dalam pengaruh narkoba. Kegiatan tes urine ini bukan merupakan yang pertama, dan sebelumnya juga sudah dilakukan dengan sasaran para ASN.

”Ini yang ketiga. Selain para guru, juga para pejabat, para kepala sekolah, terakhir kemarin itu ASN di Rumah Sakit dan unsur kewilayahan,” katanya di sela-sela kegiatan tes urine di SMPN 5, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).

Pemeriksaan kali ini ditujukan kepada para pendidik selain sebagai bentuk pembinaan, juga untuk mengingatkan agar mereka tunduk pada peraturan pemerintah nomor 53 tentang disiplin ASN. Yang pasti bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi lebih ke pembinaan.

Menurutnya, hasil dari tes urine yang dikumpulkan nantinya akan ditindaklanjuti dengan assesment oleh pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi dan akan diuji secara spesifik. Selain itu, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan BNNK, mereka yang terjaring akan dikenakan sanksi disiplin.

Makanya, jika nanti dari hasil assessment ada ASN yang menunjukan perlu diberikan hukuman disiplin, pihaknya akan memberikan tiga hukuman seperti hukuman ringan, sedang dan berat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan tidak menampik penggunaan narkoba dikalangan guru, kemungkinan pontensi penggunaannya pasti ada.

“Saya kira bukan hanya dikalangan guru saja, semua kalangan pasti ada. Hanya bagaimana caranya agar para guru ini tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Kendati begitu, hingga kini pihaknya belum menemukan ada satu atau dua orang oknum guru yang terlibat narkoba, khususnya di Kota Cimahi.

Dikdik mengapresiasi inisiasi dari badan kepegawaian yang melakukan tes urine sebagai bentuk pengawasan, dan itu sangat positif. Karena untuk menciptakan pendidikan berkarakter seperti yang selama ini digembor-gemborkan memang harus bermula dari para pendidiknya, yakni guru.(ismalia)