BNPB: Korban Tewas Gempa Lombok Mencapai 108 Orang

138

NGETRIP.ID, Lombok – Hingga Selasa (7/8) pukul 12.00 WITA, jumlah korban meninggal akibat gempa di Lombok mencapai 108 orang.

“Sedangkan korban luka-luka sebanyak 134 orang,” kata  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, Selasa (7/8).

Dia menyatakan, kemungkinan jumlah korban luka akan mengalami peningkatan sebab jumlah pasien cenderung dinamis.

“Tadi ada 50 pasien yang sudah dioperasi, dari total 87 pasien yang harus dioperasi, sementara sisa 37 pasien lainnya sedang menunggu fasilitas untuk operasi tulang terbuka dan tertutup,” katanya.

Willem mengatakan, tantangan pelayanan medis ialah banyak pasien yang masih trauma berada di dalam ruangan sehingga memengaruhi penanganan lebih lanjut.

“Di sini pada trauma, pada umumnya saat operasi atau setelah operasi tidak mau di gedung, maunya di rawat di luar,” katanya.

Dia mengatakan saat ini tim operasi gabungan terus melakukan pencarian dam penyelamatan korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

BACA JUGA:

“Pencarian dan penyelamatan korban sedang berlangsung di dua tempat paling parah di Lading-Lading di sana ada dua alat berat yang dikerahkan dan di Bangsal juga sedang dilakukan tugas penyelamatan,” ungkap Willem.

Menurut dia, proses pencarian dan pertolongan masih terkendala kurangnya alat-alat berat. Sejauh ini, alat berat yang sudah beroperasi baru dua unit. “Ada tambahan empat ekskavator dari Dinas PU dan satu alat berat dari PT AMNT,” ujarnya.

Willem menambahkan, semua peralatan akan dikerahkan untuk mempercepat upaya pencarian, termasuk menggunakan empat anjing pelacak dari kepolisian dan dua anjing pelacak dari Basarnas sehingga mempermudah dalam upaya evakuasi warga yang diperkirakan masih tertimbun.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sejumlah kementerian sudah membantu penanganan korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana membuat sumur bor di lokasi pengungsian. Saat ini salah satu kebutuhan pengungsi adalah air bersih,” kata Sutopo dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/8).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga akan mengirimkan hidran umum berkapasitas 2.000 liter sebanyak 16 unit, kapasitas 1.000 liter sebanyak 30 unit dan 26 unit toilet portabel.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan membantu jaringan komunikasi alternatif dengan menyediakan tambahan akses internet melalui jaringan VSAT portabel dengan kapasitas 1 MB untuk keperluan penanganan bencana.

Setelah empat unit terpasang di Posko Pengungsian Madayin, Sembalun, Bayan dan Sambik Elen, akan ditambahkan di Kantor Bupati Lombok Utara, Desa Pamenang, Dusun Mentaeng, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat dan RSUD Mataram.

Kementerian Kesehatan mengerahkan tenaga kesehatan dari pusat dan daerah, sebanyak 87 personel yang terdiri atas 20 personel dari Pusat Krisis Kesehatan, 20 personel dari RSUP Sanglah Denpasar, 20 personel dari Universitas Airlangga Surabaya, 12 personel dari Universitas Hasanuddin Makasar dan 15 personel dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

“Kementerian Sosial akan memberi santunan bagi keluarga korban meninggal dunia Rp15 juta dan korban luka Rp2,5 juta,” tutur Sutopo.

Gempa di Lombok Timur dengan kekuatan 7 Skala Richter terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB pada kedalaman 15 kilometer dengan pusat gempa di darat 18 kilometer Barat Laut Lombok Timur.

Sebelumnya, gempa juga terjadi di wilayah tersebut dengan kekuatan 6,4 pada Skala Richter pada Minggu (29/7) pukul 05.47 WIB.

Gempa-gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut sehingga masyarakat diimbau mewaspadai bangunan roboh. (inilahkoran/ant/gin/sf)