Dampak PPKM Darurat Bagi Driver Ojol, Berharap Operator Kurangi Potongan

Foto: RRI

NGETRIP – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKKM) Darurat Jawa dan Bali lagi-lagi membuat driver ojek online (0jol) menjerit.

Seperti di DKI Jakarta, dikeluhkan para pengemudi ojol karena adanya pembatasan mobilitas warga berimbas terhadap pendapatan mereka.

Itu diakui oleh salah satu pengemudi ojol yang menyebutkan penghasilannya sangat menurun drastis sejak PPKM Darurat diberlakukan.

Dari biasanya bisa membawa uang sekitar Rp200 ribuan, kekinian hanya mendapat uang Rp78 ribu.

“Dari pagi baru dapat tujuh order, dilihat pendapatannya baru Rp78 ribu, ini (pendapatan) kotor. Belum beli bensin Rp25 ribu,” kata Bam salah satu pengemudi ojol daerah DKI Jakarta, seperti dikutip dari Suara.com.

Melihat situasi saat ini, mereka berharap pihak operator mengurangi biaya potongan dari setiap orderan yang diterimanya.

“Harapan kami di situasi saat ini, kami berharap Gojek (operator) ngerti-lah, (potongan biaya) sekarang ini 20 persen. Untuk saat ini saja, nanti kalau sudah normal lagi terserah,” ujarnya.

“Misalnya tarif pendek 6 Km saja Rp13 ribu, masuk ke kami cuma Rp9.600, (dipotong) Rp3.400,” sambungnya.

Kendati demikian, pada hari ketiga PPKM Darurat, mereka telah bisa kembali beraktivitas mencari penumpang.

Setelah sebelumnya terhambat karena adanya penyekatan di sejumlah titik. Dampak dari kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

Saat ini mereka telah diizinkan beroperasi kembali, dengan syarat harus menunjukkan bukti orderan dari aplikasi.***