Di Bandung, Nilai Kontribusi Layanan GrabBike ‘Kalahkan’ GrabFood

381

NGETRIP.ID – Kehadiran perusahaan aplikasi jasa transportasi dan layanan antar online, Grab telah memberikan dampak posifit yang signifikan terhadap kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, tak terkecuali di kota Bandung.

Khusus di kota Bandung, data riset dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp10,1 triliun pada tahun 2018 melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapat para mitra GrabCar, GrabBike, mitra merchant GrabFood, dan agen GrabKios.

“Salah satu kesimpulan riset ini adalah potensi teknologi digital menjadi landasan pembangunan ekonomi yang inklusif bagi usaha kecil dan mereka yang selama belum cukup terlayani oleh sistem yang ada,” ungkap Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs, Grab Indonesia dalam acara diskusi publik yang digelar Grab di Bandung, Kamis (24/10/2019).

Yang menarik tak seperti di wilayah lain, seperti Jabodetabek, di Bandung kontribusi atau transaksi layanan terbesar dihasilkan oleh GrabBike dengan nilai Rp4,59 triliun, disusul oleh GrabFood dengan nilai kontribusi sebesar Rp3,76 triliun.

“Di kota lain biasanya GrabFood yang berkontribusi paling besar. Tapi di Bandung, data yang kita dapatkan justru layanan GrabBike dan GrabCar yang berkontribusi paling tinggi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan GrabBike ataupun GrabCar lebih dibutuhkan di Bandung,” papar Lionel Priyadi, peneliti ekonomi dari Tenggara Strategics.

GrabBike dan GrabCar juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung. Sebelum bermitra dengan Grab, sebanyak 38% mitra GrabBike dan 39% mitra GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali.

Lebih lanjut Lionel menjelaskan, formulasi kebijakan terkait ekonomi digital seharusnya mempertimbangkan kesejahteraan seluruh pihak terkait agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

“Melalui riset ini, kita bisa melihat bagaimana Grab memberikan peluang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk Bandung, untuk mengambil peran dalam ekonomi digital. Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum. Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya,” ujar Lionel.

Dalam ‘Laporan Dampak Sosial Grab 2018-2019’ yang dirilis pada 24 September diestimasi kontribusi Grab mencapai USD 5,8 miliar (Rp 81,5 triliun) terhadap perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan hingga Maret 2019. Dampak sosial Grab tampak pada dua aspek, pertama pembukaan akses perbankan kepada usaha kecil dan menengah (UKM), dimana 1,7 juta UKM di Asia Tenggara telah dibantu Grab untuk membuka rekening bank pertama mereka. (*)