Di Lapas Sukamiskin, Napi Bisa Jual Beli Kamar

NGETRIP. ID, Bandung– Terkuak fakta di persidangan, di Lapas Sukamiskin para napi tindak pidana korupsi (Tipikor) bisa membeli kamar (sel) yang diinginkan. Bahkan mereka bisa merenovasinya sesuai dengan selera. 

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018). 

Dalam sidang dengan agenda kesaksian, JPU KPK menghadirkan seorang saksi, yakni Andi Rahmat (penuntutan terpisah) yang sebelumnya menjalani sidang dakwaan dalam kasus yang sama sebagai penyuap Wahid Husein. 

“Pak Fahmi ke sana (Sukamiskin) beli kamar yang keluar (penghuninya),” kata Andi.

“Apakah adanya pembelian kamar (sel) itu diketahui terdakwa (Wahid Husein),” tanya anggota majelis Marsidin Nawawi. 

Andi mengaku saat Fahmi masuk Lapas Sukamiskin, Kalapasnya masih Dedi Handoko. Namun, dirinya tidak menampik jika pembelian kamar diketahui oleh pihak lapas, yakni Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) yang saat itu dijabat Selamet. 

Tidak hanya itu, selama menjadi tahanan pendamping (Tamping), Andi juga bertugas merenovasi beberapa kamar atau sel kosong milik Fahmi. Setelah beres direnovasi, sel tersebut kemudian dijual kepada napi Tipikor yang baru masuk ke Lapas Sukamiskin. 

“Kamar tidak ber lpenghuni direnovasi, modalnya dari Fahmi. kemudian dijual (ke napi),” ujarnya.

Hingga kini sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi masih berlangsung. (ismalia)