Diduga Jadi Lokasi Peredaran Narkotika, Sat Pol PP Bakal ‘Pelototi’ Hotel dan Indekos di Cimahi

195

NGETRIP. ID, Bandung – Satpol PP Kota Cimahi bakal memantau indekos dan hotel di Kota Cimahi menyusul marakanya peredaran narkotika yang dilakukan warga pendatang.

Penjabat sementara  Kepala Satpol PP Cimahi, Dadan Darmawan, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait peredaran narkotika yang disinyalir ada di tempat kos-kosan, pihaknya akan segera mindaklanjuti laporan tersebut.

“Jika tidak ada laporan atau hanya diduga ada peredaran narkotika di tempat seperti itu, kita juga akan pantau ke sana,” katanya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Kamis (18/10/2018).

Pihaknya berharap ada laporan dari masyarakat terkait banyaknya peredaran narkotika yang menyasar ke kos-kosan dan hotel yang ada di Kota Cimahi.

Pasalnya sejauh ini, pihaknya belum pernah melakukan pemantauan terkait adanya peredaran narkotika itu. Sebab, pihaknya saat ini lebih fokus terhadap penyakit masyarakat (Pekat).

“Tapi kalau memang ada gelagat atau dugaan seperti itu (peredaran narkotika) kita akan turunkan porsonel ke titik mana saja yang dicurigai,” kata Dadan.

Diberitakan sebelumnya, peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat tergolong tinggi, delapan bulan terkahir Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menetapkan 71 tersangka dari 54 kasus yang telah diungkap.

Dari data tersebut, 49 kasus dan 66 tersangka telah dilimpahkan ke pengadilan, sedangkan lima kasus dan lima tersangka lainnya, hingga saat ini masih dalam proses penyidikan.

Untuk di wilayah hukum Polres Cimahi, peredaran narkotika menyasar wilayah perumahan, kontrakan dan tempat kos. Sebab, di Kota Cimahi tidak terdapat tempat-tempat hiburan yang biasanya mudah menjadi sararan para pengedar narkoba.

Sebelumnya, Kapala Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi AKP Sugeng Heriyadi, mengatakan, tingginya peredaran narkoba di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat ini karena banyak warga pendatang yang menjadi pengedar narkoba demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. (ismalia)