Diduga Sakit Hati, Remaja Ini Bunuh Mantan Pacarnya

239
Ilustrasi. (Net)

NGETRIP. ID, Soreang– Diduga sakit hati, R (16) tega menghabisi nyawa mantan pacarnya S (16) hingga tewas. Untuk menutupi perbuatannya, R dibantu D membuang mayat korban di kawasan perkebunan Rancabolang Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan, terungkapnya pembunuhan S berawal saat kepolisian menerima laporan kehilangan anak pada 11 September 2018. Dari pencarian tersebut, Polsek Pasirjambu mendapatkan adanya penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas.

“Dari penemuan itu, Polsek Pasirjambu dan dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dibantu tim Inafis Polres Bandung.Saat ditemukan, tidak ada identitas korban. Hanya arloji dan gelang yang masih terpasang di tangan korban,” katanya kepada wartawan di Polres Bandung, Soreang, Selasa (25/92018).

Tim Reskrim kemudiam melakukan pencarian identitas korban. Kemudian disimpulkan, bahwa korban berinisial S, yang dilaporkan oleh orang tuanya meninggalkan rumah tanpa pesan.

Setelah mendapatkan identitas korban, kata Indra, pihaknya melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan saksi, Polres Bandung mendapatkan dua orang tersangka yang menganiaya korban hingga tewas, yakni R dan D (14).

“Dua tersangka kami tangkap 23 September 2017. Sekarang masih dalam pemeriksaan di Polres Bandung. Motifnya apakah itu sakit hati atau hal lain, masih kami dalami. Namun, R ini merupakan mantan pacar korban,” ujarnya.

Indra melanjutkan, saat pertama kali meninggalkan rumah, diduga korban diajak oleh tersangka R. Dalam menjalankan aksinya, R dan D menganiaya korban menggunakan batu yang hingga saat ini masih dalam pencarian.

“Kami juga masih mendalami peran kedua tersangka. Fisik korban yang mengalami luka di bagian pelipis dan ada bekas cekikan di lehernya. Korban sebelumnya hilang hampir selama 10 hari. Kami juga masih menunggu hasil autopsi yang kemungkinan keluar hari ini,” katanya.

Akibat perbuatannyan kedua tersangka dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak dan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup.(ismalia)