Driver Ojol Warga Bogor Merintih Sakit di Warung, Ternyata PDP Corona dan Meninggal

Nurandi yang sempat merintih kesakitan di warung di pinggir jalan raya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Driver ojol saat kesakitan dan diangkut petugas puskesmas dari warung untuk mendapat perawatan. Foto: Pojokpitu

NGETRIP – Seorang driver ojol Nurandi (48) asal Jalan Sukaraja, Kota Bogor, Jabar ditemukan dalam kondisi sakit di desa Banjarbanggi pinggir jalan Raya Ngawi, Jatim baru-baru ini.

Nurandi yang sempat merintih kesakitan di warung di pinggir jalan raya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Melansir dari JPNN, pihak RSUD dr Soeroto Ngawi, Jatim memastikan driver ojol yang baru datang dari Bogor itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Desa Banjarbanggi Kecamatan Pitu.

Direktur RSUD dr Soeroto Ngawi, Agus Priyambodo mengatakan pria usia 48 tahun tersebut mengalami pneumonia.

“Kami belum dapat melakukan konfirmasi lanjutan karena yang bersangkutan Nurandi sudah meninggal dunia. Selain itu hingga saat belum ada keluarga yang datang ke rumah sakit,” kata dr Agus, mengutip dari JPNN.com.

Saat ini jenazah pasien PDP corona tersebut masih berada di ruang pemulasaran jenazah RSUD dr Soeroto.

Driver ojol mengeluh sakit saat berada di warung makan. Foto: Pojokpitu

Kronologis Kejadian
Pengendara ojol ini mengeluh sakit di sebuah warung pinggir jalan raya Ngawi-Solo. Tampak pria ini hanya bisa merintih kesakitan, duduk bersandar di kursi depan warung.

Sementara sepeda motornya, bernomor polisi F 4775 IK terparkir tak jauh dari tempat duduknya. Tak jelas sakit yang dideritanya. Namun, tak ada satu pun warga berani mendekat untuk menolong.

Peristiwa bermula saat Nurandi mampir ke warung untuk makan. Kepada pemilik warung, pria ini mengaku habis menempuh perjalanan jauh, dari Bogor ke Madiun, untuk ziarah ke makam istrinya.

“Tanpa istirahat pria yang mengendarai sepeda motor memaksa kembali ke Bogor,” ujar Supriyanto, warga setempat.

Usai makan pria tersebut mendadak mengeluhkan sakit pusing dan minta pertolongan Kaliyem pemilik warung.

Sejumlah warga yang saat itu berada di warung tidak ada yang berani menolong karena sedang wabah corona.

Warga setempat hanya bisa menghubungi Puskesmas melalui telepon. Setelah hampir satu jam, tim medis dari Puskesmas datang ke lokasi menggunakan alat pelindung diri atau APD lengkap.

“Pria tersebut langsung di evakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi, untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Supriyanto.