Driver Online Berharap Aplikasi Buatan Kemenhub Lebih Baik dari Go-Jek dan Grab

5786

NGETRIP.ID, BANDUNG–Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan berencana membuat aplikasi Transportasi online serupa Grab dan Go-Jek, disambut antusias oleh para Driver transportasi berbasis online, mereka berharap aplikasi buatan pemerintah bisa lebih baik dari Grab dan Go-Jek

Menurut Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen jika hal tersebut terealisasi akan menjadi solusi dari masalah yang dialami para pengemudi. Sebab, ia menilai masih ada promotor aplikasi yang berperilaku tidak adil terhadap para pengemudi.

Dengan adanya aplikasi buatan pemerintah diharapkan bisa memperbaiki kondisi persaingan dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi online.

“Jadi ini solusi dengan kebuntuan ini. Jadi ini masih ada aplikasi nakal, tuntutan kami itu menolak eksploitasi online bekerja sampai dengan 14 jam sehari. Lalu mengenai harga, tidak mau menaikkan harga karena takut kehilangan konsumen katanya,” papar dia, Sabtu (15/9/2018). dikutip dari detikFinance,

“Jadi kami menanggapi dengan positif pemerintah akhirnya karena sebenarnya ini diminta oleh teman-teman agar pemerintah coba buat aplikasi buat menaungi teman-teman karena dengan gitu nggak ada suspend sepihak kan,” tutur dia.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa driver, yang berhasil ditemui NGETRIP.ID di daerah Kota Bandung. Luky Firmansyah salah satu pembina Komunitas roda empat di Bandung, dia sangat antusias menyambut rencana pemerintah yang akan membuat aplikasi transportasi online menyaingi Grab dan Gojek.

“Ini bagus sekali, saya sangat mendukung pemerintah untuk secepatnya merealisasikan rencana tersebut, sehingga kami para pelaku bisnis transportasi online merasa lebih aman, nyaman dan tentunya menguntungan untuk kedua belah pihak bukan untuk satu pihak” ujar dia kepada NGETRIP.ID (16/9/18).

Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani mengatakan pembuatan sistem aplikasi tersebut pada dasarnya masih dibicarakan dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Rencana kemenhub ini baru disiapkan untuk roda empat terlebih dahulu, karena semuanya harus dijajaki lebih dalam lagi.

“Sementara untuk taksi dulu. Kan mesti jajaki dulu seperti apa. Nah, kalau satu satu kan bisa berkembang ke yang lain” jelasnya, Sabtu (15/9/2018).

Hal ini membuat kecewa beberapa pelaku transportasi online yang menggunakan roda dua, seperti yang diungkapkan Faisal Nugraha pengurus salah satu komunitas roda dua di Bandung yang berhasil ditemui NGETRIP.ID, sore tadi (16/9/2018), Menurutnya akan lebih bagus jika pembuatan aplikasi itu dilakukan serentak roda dua dan roda empat sekaligus di waktu yang sama.

“Alangkah lebih baiknya, jika rencana pemerintah membuat aplikasi transportasi online tidak hanya untuk roda empat  tapi juga roda dua ini dilakukan secara serentak diwaktu yang sama,” ucap Faisal kepada NGETRIP.ID, (16/2/2018).

“Inikan baru harapan kami yang menggunakan roda dua, jika memang tidak mungkin di realisasikan sekaligus diwaktu yang sama, kami siap menunggu untuk bergabung agar lebih baik dan menguntungkan tentunya,” tambah dia.

Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani memastikan tarifnya akan mengikuti aturan pemerintah. Dengan begitu, bisa menyejahterakan pengemudi dan terjangkau bagi masyarakat.

“Tarifnya yang terjangkau masyarakat pengguna dan kemudian bisa berkelanjutan untuk investasi driver,” ungkap dia. (sf)