Dua Kali Kena Musibah, Ojol Ini Mendapat Bantuan dari Rekan Ojol dan Dibelikan Motor Baru Oleh Awkarin

NGETRIP.ID, Jakarta – Kisah viral seorang driver ojek online (ojol) yang ‘sudah jatuh tertimpa tangga pula’ mendapat perhatian selebgram Karin Novilda atau Awkarin. Ojol tersebut menjadi korban order fiktif sekaligus kehilangan motornya beberapa hari kemudian.

Awkarin pun berniat memblikan motor baru buat Ojol tersebut Hal tersebut Awkarin utarakan di akun sosial media miliknya. Saat mendapat kabar mengenai seorang supir kehilangan motor, ia langsung gerak cepat mencari kontak supir ojol tersebut.

“Ada yang tau contact langsung si bapak ojol yang kehilangan motornya? Saya mau belikan yang baru agar dia bisa kembali mencari nafkah,” tulis Awkarin di Twitter

Setelah mengunggah cuitan tersebut, Awkarin pun berhasil menemukan kontak dari supir ojol yang dimaksud.

“Oke guys manager saya sudah dapet contach nya dan sekarang team kami contact! Thankyou!,” jelasnya.

Lebih lanjut, Awkarin menjelaskan, ia sudah membelikan satu unit motor untuk supir ojol tersebut.

“I got it handled. Saya sudah beli satu unit motor untuk beliau. Senin kami bertemu,” tulis Awkarin.

Driver ojol itu diketahui bernama Hendar (53). Awalnya, Hendar menerima order fiktif senilai Rp 663.000 pada Selasa (8/10/2019). Beberapa hari berselang, Hendar terkena musibah lagi. Hendar kehilangan sepeda motor yang biasa dia pakai untuk bekerja saat mengambil order makanan di Kalibata, Jakarta Selatan.

Setelah kisah itu viral, para warganet pun berbondong-bondong menggalang dana untuk membantu driver ojol itu. Bantuan untuk Pak Hendar lalu digalang seorang inisiator bernama Muhamad Habibillah alias Abil.

Abil mengaku, pertama kali mengetahui cerita Hendar dari Twitter. Dari cerita miris itulah kemudian ide penggalangan dana itu muncul. Dia pun sudah menemui Hendar di Cijantung, Jakarta Timur pada Sabtu (12/10) lalu.

“Kemarin siang saya langsung ke rumah Pak Hendar. Saya juga tahu (ceritanya) dari Twitter,” ujar Abil saat dihubungi, Minggu (13/10/2019).

Abil bercerita, saat itu Hendar sudah mengaku pasrah usai musibah berturut-turut menimpanya. Menurut Abil, Hendar tegar menghadapi musibah yang baru pertama kali ia alami itu.

“Pasrah ya mau gimana lagi. Itu kejadiannya baru pertama kali ia alami. Cuma yang tanggal 8 itu aja,” tuturnya.

Selain itu, Abil bercerita, saat diberitahu akan mendapat bantuan dana, respon Hendar tak berlebihan. Bahkan salah seorang anaknya menyarankan jika uangnya berlebih, akan disumbangkan lagi.

“Beliau responnya nggak berlebihan. Alhamdulillah. Pesan dari anaknya, kiranya uangnya nanti berlebih, akan disumbangkan lagi ke yang membutuhkan,” ungkapnya.

Dari pertemuan tersebut, Abil tahu bahwa Hendar berstatus single parent. Hendar memiliki tiga orang anak. Meskipun anak pertamanya sudah bekerja dan membiayai keperluan hidupnya, Hendar tak mau berpangku tangan. Hendar tetap bekerja sebagai driver ojol untuk keperluan makan sehari-hari.

“Pak Hendar adalah seorang single parent, punya 3 anak, yang kesatu sudah bekerja, yang kedua baru selesai SMK, yang ketiga bahkan belum masuk SD. Selama ini beliau mengontrak dan yang membiayai adalah anak pertamanya yang masih tinggal serumah. Sedangkan beliau bekerja untuk makan saja,” katanya. (*)