FOTO: Semarakkan HUT RI, Karyawan Setda Jabar Ulin dan Botram

147
Botram

NGETRIP.ID, BANDUNG – Peringatan HUT RI dan HUT Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate tahun ini berbeda. Pasalnya, merayakan HUT ke-73 ini Sekretariat Daerah Jawa Barat menyelenggarakan Festival Aktivitas Kaulinan Urang Lembur (AKUR) tingkat Setda Provinsi Jabar, di area Gedung Sate Bandung, Senin hingga Selasa (27-28) Agustus 2018.

Cabang AKUR yang dilombakan yakni balap karung, nyair belut (menangkap belut), ngapaku botol (memasukkan paku ke dalam botol), egrang, sondah, sorodot gaplok, kelom batok, rorodaan, gatrik, hadang, dagongan, bakiak dan galah. Acara ini melibatkan sekitar 650 orang karyawan di lingkungan pemerintah provinsi Jabar, baik dari biro, security maupun jasa kebersihan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa juga inginkan, selain mengingat kembali kaulinan tradisional, para karyawan bisa mengajarkan permainan rakyat ini pada anak cucunya di rumah. Menurutnya, permainan tradisional memiliki interaktif tersendiri yang tidak sulit dijumpai pada permainan modern.

“Memang baru saya dan karyawan karyawati Setda Jabar, tapi yang jauh lebih penting dari karyawan karyawati ini ditularkan lebih lanjut kepada anak cucunya, karena anak cucu kita sekarang tidak mengenal apa yang namanya rorodaan, gatrik ataupun egrang, yang sebetulnya tidak kalah seru,” kata Iwa ditemui usai membuka acara secara resmi.

“Ini interaktifnya luar biasa. Kreativitas yang jarang ditemukan di era sekarang itu interaktif sesama anak, saling gendong, saling tolong menolong, dan sebagainya,” lanjutnya.

Terfavorit

Disinggung terkait cabang AKUR favoritnya, Iwa dengan semangat mengatakan dirinya sangat menikmati permainan rorodaan, sorodot gaplok dan gatrik. “Hampir semua permainan (cabang AKUR) saya ikuti semua. Tapi yang paling berkesan hanya tiga, rorodaan, sorodot gaplok, sama gatrik,” pungkas Iwa.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jabar H. Riadi menuturkan, pemilihan Kaulinan lembur pada festival ini adalah untuk mengingat kembali, mencintai dan peduli terhadap keberadaan kaulinan rakyat Jabar agar tidak tergerus zaman. Selain itu, festival ini juga diharapkan menjadi ajang memupuk kekompakan sekaligus membangun kembali silaturahmi antar karyawan.

“Acara ini diharapkan dapat mensejajarkan dengan tumbuh kembang permainan modern, sehingga kaulinan tradisional tidak lenyap tergerus zaman milenial,” ujar Riadi.

Usai berlomba, seluruh peserta berkumpul untuk botram atau makan siang bersama. Uniknya, makan siang disajikan di atas daun pisang yang digelar. Tiap hidangan nasi dan lauknya di atas satu daun pisang dinikmati oleh 5-7 orang yang duduk lesehan bersama-sama.(sf)