Gaspol Siap Tantang Grab dan Gojek

NGETRIP.ID, JAKARTA – Bisnis Transportasi berbasis online kini kehadiran lagi pendatang baru sekaligus menjadi kompetitor bagi dua pemain besar yang telah ada sebelumnya, Gojek dan Grab.

Gaspol perusahaan ride hailing asal Depok yang menawarkan skema bisnis berbeda dari pemain yang telah ada. Gaspol dimiliki oleh PT Gaspol Angkasa Surya yang merupakan singkatan dari Gerakan Anti Susah Pengemudi Online.

Manajemen mengklaim bahwa perusahaan telah beroperasi sejak Juli lalu, dan saat ini telah memiliki sekitar 6 ribu mitra pengemudi yang bergabung di wilayah Jabodetabek, Bali, Lampung, Pontianak, dan Surabaya.

Sedangkan, hingga saat ini jumlah pengguna aktif di aplikasinya tercatat sudah mencapai 14 ribu pengguna. Untuk jumlah pengunduh aplikasinya mencapai lebih dari 10 ribu di Google Play Store.

General Manager Gaspol Tedy Loning mengatakan, perusahaan hingga saat ini belum meluncurkan aplikasinya secara resmi karena alasan ingin melakukan “gerakan bawah tanah” terlebih dahulu. Rencananya, bulan depan mereka akan meluncur secara resmi.

Skema bisnis Gaspol, menurutnya, berbeda dengan aplikator seperti Gojek dan Grab. Perusahaan tidak menentukan potongan untuk aplikator sebesar 20% secara langsung namun dibagi dalam beberapa bagian.

“Skemanya (bisnis), terdiri dari 2% untuk tabungan mitra driver, 7% untuk bonus mereka, dan 11% untuk aplikator,” ujar Tedy saat dihubungi wartawan, Senin (9/9).

Tedy menjelaskan, perusahaan menawarkan sejumlah layanan bagi pengguna. Hanya saat ini baru tersedia layanan antar motor dan mobil saja melalui GasRide dan GasCar saja di aplikasinya.

Ke depan, Gaspol akan mengembangkan layanan kirim barang lewat GasSend, antar pesanan makanan lewat GasFood, layanan jasa laundry pakaian lewat GasWash, layanan angkut barang ukuran besar lewat GasPickUp, layanan pesan driver di lokasi lewat GasNow, dan layanan pesan driver dengan berlangganan lewat GasBooking.

 

Tedy melanjutkan, perusahaan memberikan bonus sebesar 2% per perjalanan (trip) kepada mitra drivernya tidak secara per hari melainkan per minggu dan per bulan di mana bonus itu dapat dimanfaatkan oleh mereka sebagai tabungan yang dipotong secara otomatis.

“Ini (skema) menarik karena bertujuan agar mereka (mitra driver) punya tabungan bulanan untuk keluarganya. Sedangkan, ojek online sebelah tidak ada (skema seperti ini),” ujarnya. 

Selain skema bonus sebagai tabungan, perusahaan juga memberikan layanan servis kendaraan asuransi kesehatan secara gratis bagi mitra drivernya. Ia mengatakan, servis kendaraan diberikan dengan ketentuan mitra driver harus melakukan 70 sampai 80 trip per bulan.

Sedangkan, asuransi kesehatan diberikan tanpa ada ketentuan apa pun.  Untuk tarif yang dikenakan ke penumpang, Tedy mengatakan bahwa perusahaan turut mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor  348 tahun 2019 tentang tarif ojek online.

“Sebab kami ingin mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kami ingin bersaing secara inovatif dan kreatif, serta bersaing dengan sehat,” ujarnya. Adapun Gaspol memiliki ciri khas berwarna merah dengan atribut bergambar ikon Garuda layaknya tokoh pahlawan fiktif Gundala yang saat ini tengah booming.

“Kami hadir dengan cara yang berbeda dan unik untuk menarik pengguna agar masyarakat tidak jemu dengan (atribut) yang itu-itu saja,” ujarnya. (sf)