Gojek Luncurkan Fitur Verifikasi Wajah Mitra Pengemudi

27
Verifikasi wajah bisa menjadi salah satu fitur keamanan untuk memperkecil munculnya fake account dan praktik jual-beli akun ojol. (PINTEREST)

NGETRIP – Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek merilis fitur verifikasi wajah mitra pengemudi (driver). Hal ini untuk memastikan identitas pengemudi yang menerima pesanan konsumen.

Mitra pengemudi baik taksi maupun ojek online akan diminta mengambil swafoto (selfie) ketika login ke akun. Namun, sistem bisa meminta hal ini sewaktu-waktu selama aplikasi aktif.

Gojek optimistis, fitur verifikasi wajah dapat menjamin kesesuaian data dan informasi mitra pengemudi. Selain itu, dapat meningkatkan keamanan akun mitra dari potensi tindak kejahatan atau penyalahgunaan.

“Bagi pelanggan, penerapan fitur ini di aplikasi driver memastikan pengalaman yang aman dan nyaman saat menggunakan layanan Gojek,” ujar Chief of Operations Officer Gojek Hans Patuwo dikutip dari siaran pers, Jumat (24/7).

Fitur verifikasi wajah itu diklaim mengadopsi teknologi dan akurasi tinggi, sehingga prosesnya berlangsung singkat. Harapannya, mitra pengemudi tak merasa terganggu saat verifikasi, sebelum maupun setelah memberikan pelayanan. Salah satu mitra pengemudi Gojek asal Jakarta, Irwanto optimistis bahwa fitur itu meningkatkan keamanan akun.

“Kepercayaan pelanggan juga pasti meningkat. Mereka tidak perlu ragu driver yang datang berbeda dengan yang di aplikasi,” ujar dia.

Fitur verifikasi wajah itu merupakan bagian dari Gojek Shield, inisiasi perusahaan untuk melindungi pelanggan dan mitra pengemudi. Sebelumnya, perusahaan meluncurkan berbagai fitur keamanan seperti penyamaran nomor telepon.

Lalu, intervensi fitur percakapan (chat) untuk memberikan peringatan kepada pelanggan jika ada aktivitas yang terdeteksi mencurigakan. Tools ini dilengkapi teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi berbagai jenis penggunaan aplikasi secara ilegal.

Pesaing Gojek, Grab lebih dulu meluncurkan fitur verifikasi wajah pada tahun lalu. Mereka juga menyediakan tombol darurat (emergency button), bagikan informasi perjalanan, laporkan masalah keselamatan, pertolongan darurat, dan Free Call (VoIP).

BACA JUGA:  Ojol Bisa Bawa Penumpang di Jakarta Mulai 8 Juni, Kemenhub Belum Beri Izin

Sumber Berita: katadata.co.id