Gojek Non-Aktifkan Akun Oknum Driver yang Tipu Pelanggan Rp9 Juta

166
Ilustrasi. (Net)

NGETRIP, Jakarta – Perusahaan aplikasi Gojek memastikan telah menon-aktifkan akun oknum mitra driver yang telah melakukan penipuan kepada pelanggan Gojek dengan modus transfer uang melalui virtual account.

Ini merupakan respons Gojek atas laporan yang disampaikan oleh Agnes Setia Oetama yang menjadi korban penipuan oknum mitra driver berinisial AY. Dalam laporannya, Agnes mengaku merugi hingga Rp 9 juta.

Seperti dilansir Kompas.com, Senin (13/1/2020), dalam suratnya kepada Agnes Gojek sudah menonaktifkan akun driver dengan inisial AY. Langkah tersebut dilakukan Gojek agar AY dapat melakukan klarifikasi langsung kepada Agnes terkait kasus penipuan yang terjadi pada tanggal 7 Januari 2020.

“Dan akan kami proses untuk diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang ada di PT GO-JEK Indonesia,” sebut Gojek.

Kendati demikian, Gojek menyatakan bahwa tidak akan ada proses ganti rugi kepada Agnes terkait kasus penipuan ini. Sebab, dalam peraturannya, Gojek hanya memfasilitasi pembayaran melalui metode uang cash, Gopay, dan Paylater.

Sementara uang dari rekening Agnes terkuras dengan metode penipuan melalui virtual account. “Sesuai dengan syarat dan ketentuan kami, informasikan bahwa tidak diperkenankan customer melakukan transfer kepada mitra terkait dengan pembelanjaan ataupun penipuan yang mengatasnamakan PT GO-JEK Indonesia,” tutur Gojek.

Sementara Agnes sendiri mengaku bahwa kasus penipuan ini bukan dikarenakan pihak Gojek. Oleh karena itu, ia tidak menuntut Decacorn tersebut untuk ganti rugi. Akan tetapi, ia berharap Gojek melakukan langkah edukasi kepada pelanggannya agar kasus penipuan tidak kembali terjadi.

“Kelihatannya Gojek sudah mulai mencoba melakukan edukasi ke publik mengenai kasus kasus seperti ini, tapi nyatanya masih kurang efektif karena dalam dua minggu terakhir ini yang kisahnya publik saja sudah tiga korban, termasuk saya,” ucapnya. (*)