Grab: Aksi Anarkis Dikoordinir Mantan Mitra

NGETRIP.ID, JAKARTA — Grab Merespons aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kantor pusat Grab di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (29/10), pihak Grab mengatakan tidak memberikan toleransi terhadap segala aksi kekerasan dan siap memberikan tindakan tegas kepada oknum driver yang berbuat kericuhan.

“Kami tidak mentolerir segala aksi kekerasan dan siap memberikan dukungan penuh kepada pihak berwenang untuk menenangkan situasi serta membubarkan kelompok pendemo yang telah melakukan tindakan anarkis,” kata Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, dalam rilis yang diterima ngetrip.id, Senin (29/10).

Menurut Ridzki, sejumlah driver Grab yang melakukan aksi anarkis tersebut dikoordinir oleh sekelompok driver yang dalam beberapa bulan terakhir telah diputus hubungan kemitraannya.

Hal ini dikarenakan tindakan kecurangan yang dilakukan oleh para driver tersebut, salah satunya seperti melakukan pemesanan fiktif.

“Grab mengambil sikap yang sangat tegas, di mana kami tidak akan menolerir setiap tindakan kriminal di platform kami dan kami juga telah menerima dukungan yang besar dari para pelanggan dan banyak mitra pengemudi kami terkait keputusan Grab untuk mengeluarkan mitra pengemudi yang tidak jujur dari platform kami,” ujar Ridzki.

“Prioritas utama kami adalah menjamin para penumpang dan mitra pengemudi kami merasa aman dan kami mendukung para mitra pengemudi yang bekerja secara jujur. Grab juga akan berusaha untuk menjamin penghasilan mereka tidak terpengaruh oleh aksi dari sekelompok mantan mitra pengemudi Grab ini,” tambah Ridzki.

Menurut Ridzki, para driver Grab tersebut menuntut adanya open suspend yang dilakukan oleh pihak Grab. Menurut pihak Grab, hal tersebut pernah dilakukan, namun tindakan kecurangan masih kerap dilakukan oleh para oknum driver tersebut.

“Kami percaya dalam menciptakan peluang usaha bagi seluruh masyarakat Indonesia dan ingin menekankan bahwa banyak dari pendemo, yang menuntut adanya “open suspend”, sebelumnya telah menerima amnesti terkait tindak kecurangan serupa sejak 2017.

Namun, sangat disayangkan mereka kembali mengulangi tindak kecurangan tersebut, sehingga berakhir pada pemutusan kemitraan,” kata Ridzki.

“Kami juga menghimbau para pendemo untuk tidak membahayakan penumpang dan masyarakat umum, meminimalisir gangguan bagi masyarakat luas, dan beralih mencari peluang baru lainnya untuk memperoleh penghasilan secara jujur,” pungkas Ridzki.

Sebelumnya, sejumlah driver Grab melakukan demo di luar gedung Lippo pada Senin (29/10) yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Namun sekitar pukul 15.50 WIB, massa Grab tidak sabar dan berupaya merangsek ke kantor Grab yang berada di gedung Lippo.

Sempat ada aksi lempar batu ke arah gedung Lippo yang menyebabkan pintu kaca gedung ada yang pecah. Massa driver juga sempat saling dorong dengan aparat kepolisian. Namun, setelah pukul 18.00 WIB, situasi mulai kondusif setelah pihak kepolisian menembakkan gas air mata. (sf)