Hari Ini Hakim Tentukan Nasib Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar

155

NGETRIP. ID, Bandung– Nasib mantan Bupati Bandung Barat Abubakar Nataprawira ditentukan hari ini. Abubakar bakal menjalani sidang putusan atas dugaan kasus suap yang menimpa dirinya.

Selain Abubakar dua terdakwa lainnya juga bakal menjalani sidang dengan agenda yang sama, yakni mantan Kadisindag KBB Weti Lembanawati, dan Mantan Kepala Bapelitbangda Adiyoto.

Abubakar yang mengenakan batik biru tiba menggunakan mobil tahanan KPK, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (17/12)2018) sekitar pukul 09.39 WIB. Abubakar dan kedua terdakwa lainnya langsung masuk ke ruang tunggu tahanan di lantai dua.

Sebelumnya, Abubakar dituntut hukuman delapan tahun penjara, denda Rp 400 juta, subsider kurungan empat bulan. Dia juga harus mengembalikan uang pengganti Rp 601 juta lebih.

tuntutannya, Budi menyatakan Abubakar terbutkti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana dakwaan alternatif pertama, pasal 12 hurup a Undang-undang tindak pidana korupsi.

”Menuntut agar majelis yang menangani perkara terdakwa, menjatuhkan hukuman delapan tahun, denda Rp 400 juta, subsider kurungan empat bulan,” katanya.

Selain hukuman badan, Abubakar juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 601 juta lebih, kalau tidak sanggup harta bendanya akan disita. Jika tidak memiliki harta benda, maka diganti dengan hukuman penjara selama enam bulan.

Tidak hanya itu, kepada Abubakar juga dikenakan pidana tambahan, yakni hak milih dan dipilihnya dicabut selama tiga tahun, setelah ada keputusan inkracht dari pengadilan.

Dalam persidangan yang sama, JPU juga menuntut dua terdakwa lainnya, yakni mantan Kadis Industri dan Perdagangan KBB Weti Lembanawati dengan hukuman penjara selama tujuh tahun, denda Rp 200 juta, subside kurungan dua bulan. Tak hanya itu, Weti pun diharuskan membayar uang pengganti Rp 19 juta lebih.

Sementara terdakwa lainnya, yakni mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto dituntut hukuman enam tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider kurungan dua bulan. (sf)