Timnas U-23 Sukses Gasak Chinese Taipei 4-0

185
Foto:Antara

NGETRIP.ID, JAKARTA –TIMNAS Indonesia U-23 melakoni start mulus di cabang sepakbola Asian Games 2018. Garuda Muda menang 4-0 atas Chinese Taipei.

Stefano Lilipaly seperti mendapat panggung. Gelandang Timnas Indonesia U-23 itu tampil ciamik di laga perdana Asian Games 2018, Minggu (12/8). Hasilnya, Indonesia sukses menggasak Chinese Taipei 4-0.

Dari empat gol yang bersarang ke gawang Chinense Taipei U-23, Lilypali melesakkan dua gol. Satu di antaranya lewat tendangan salto.  Tak hanya itu, dia juga menjadi kreator gol kedua Timnas.

Pelatih Luis Milla Aspas memuji permainan Lilipaly. Dia tak memungkiri, pemain asal klub Bali United itu menjadi sebagai aktor utama pada pertandingan kali ini.

“Stefano memang menjadi aktor utama pada pertandingan hari ini. Tetapi, pemain lain juga sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Milla, dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Juru taktik asal Spanyol itu menganggap tiga pemain senior yang ada dalam tim saat ini, Stefano, Beto, dan Andritany Ardhiyasa, sudah memberi kontribusi maksimal. Bukan cuma soal penampilan di atas lapangan, tetapi juga sikap profesionalisme yang ditunjukan.

Milla berharap, penampilan anak asuhnya yang apik pada pertandingan kali ini bisa memberi hiburan kepada para penonton yang hadir di Stadion Patriot. Dukungan yang luar biasa dianggap memberi motivasi lebih kepada para pemain.

“Saya harap penonton bisa menikmati pertandingan dan senang, sebagaimana yang kami rasakan saat ini,” tutur pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Bermain di Stadion Patriot Candhabraga, Kota Bekasi, Minggu (12/8) malam, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal.

Peluang pertama langsung didapat Irfan Jaya di menit pertama. Sepakannya meneruskan operan Stefano Lilipaly masih bisa diblok pemain lawan.

Indonesia yang mengandalkan serangan dari sisi sayap kiri kembali mendapat peluang di menit ketujuh. Febri Hariyadi di sisi kiri melepaskan umpan silang mendatar ke tengah kotak penalti China Taipei, namun Beto Goncalves masih gagal menyambutnya meski kiper Wenchieh Pan gagal menghalaunya.

China Taipei sesekali melakukan serangan memanfaatkan serangan balik. Di menit ke-13 sebuah percobaan dari lawan masih bisa ditangkap dengan baik oleh Andritany Ardhiyasa.

Sampai memasuki menit ke-15, Indonesia masih mendominasi penguasaan bola. Pergerakan Febri dan Irfan Jaya di sisi lebar lapangan membuat China Taipei terpaksa menumpuk banyak pemain di tengah pertahanan mereka.

Menit ke-19, Beto kembali menebar ancaman. Mendapat bola di kotak penalti, sepakannya ke arah pojok kanan bawah gawang masih bisa ditangkap Wenchiech.

Rapatnya barisan belakang China Taipei memaksa Indonesia lebih banyak memainkan bola-bola panjang langsung ditujukan kepada Beto atau Lilipaly. Skema ini cenderung mudah diantisipasi pemain-pemain lawan.

Upaya Zulfiandi dari luar kotak penalti di menit ke-32 untuk memecah kebuntuan masih melambung tipis dari gawang China Taipei.

Upaya demi upaya masih terus dilancarkan Indonesia sampai memasuki menit ke-42, sepakan Beto meneruskan umpan dari Rezaldi masih bisa melenceng dari sisi kiri gawang lawan. Skor 0-0 bertahan sampaibabak pertama usai.

Di babak kedua, pelatih Luis Milla belum melakukan pergantian pemain. Meski masih mendominasi penguasan bola, permainan Indonesia masih belum ada perubahan, skema bola panjang masih jadi andalan untuk membongkar ketatnya pertahanan China Taipei.

China Taipei lebih berani bermain terbuka, bahkan sampai menit ke-60 mereka cukup menekan Indonesia namun belum ada peluang berbahaya yang didapat.

Luis Milla memasukkan Saddil Ramdani menggantikan Irfan Jaya di menit ke-61. Empat menit berada di lapangan, pergerakan eksplosif Saddil harus dihentikan pemain lawan di sisi kanan kotak penalti China Taipei yang menghasilkan tendangan bebas.

Febri dengan jeli melepaskan umpan ke tiang dekat yang kemudian dibelokkan Lilipaly menggunakan sundulan kepala ke sisi kiri gawang. Indonesia unggul 1-0 di menit ke-65.

Gol Lilipaly menjadi momentum bagi Indonesia mencetak gol-gol selanjutnya. Enam menit berselang, giliran Lilipaly yang jadi kreator gol kedua. Umpan backheel-nya di sisi kiri kotak penalti China Taipei memudahkan Beto menaklukkan kiper lawan dari jarak dekat untuk menjadikan skor 2-0 di menit ke-71.

Garuda Muda semakin menjauh dengan skor 3-0 setelah Lilipaly mencetak gol keduanya di menit ke-76. Berawal dari umpan Rezaldi Hehanusa di sisi kiri bola dibelokkan Lilipaly dengan tendangan salto yang bersarang ke pojok kanan bawah gawang China Taipei.

Unggul tiga gol, Indonesia U-23 belum menurunkan tempo permainan. Luis Milla memasukkan Ilham Udin menggantikan Beto, sedangkan M Hargianto.

M.Hargianto yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua tak mau ketinggalan mencatatkan namanya di papan skor. Usai melewati satu pemain lawan, pemain Bhayangkara FC itu melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang mengarah ke sisi kanan bawah gawang China Taipei.

Bola sempat mengenai tiang gawang yang kemudian memantul masuk ke gawang. Skor 4-0 menutup pertandingan.

Dengan kemenangan ini Indonesia sementara berada di peringkat kedua Grup A dengan mengemas nilai tiga, berselisih satu poin dari Palestina yang berada di posisi pertama dengan nilai empat hasil dari dua pertandingan. (INILAHKORAN/net/gin)