Inggris Tawarkan Teknologi Sampah Jadi Solar

524

NGETRIP.ID, Bandung – Inggris menawarkan kerja sama dengan Kota Bandung di bidang lingkungan dan transportasi. Penawaran ini disampaikan langsung oleh Deputy Head of Economics and Prosperity Kedutaan Besar Inggris, Sam Hayes saat bertemu Wali Kota Bandung, Oded M Danial di gedung Assessment Kota Bandung Jalan Cicendo, Kamis (27/9/2018).

Sam Hayes sempat memaparkan konsep penanganan lingkungan “Zero Waste”. Ia menawarkan teknologi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar solar.

“Masalah sampah, penanggulangan banjir bisa dicegah dengan pengelolaan lingkungan dari kita sendiri,” katanya.

Hal itu diperkuat oleh Pengelola Program Kebersihan Lingkungan Alba Runut Indonesia, Kirk Evans. Ia menyebut, sampah plastik jika dikelola dengan teliti akan menjadi hasil yang bermanfaat.

“Limbah plastik akan jadi solar dan ini cukup bermanfaat,” tutur Evans.

Ia menyebut, untuk teknologi tersebut hanya membutuhkan lahan seluas 1 hektar.

Sementara itu, Prosperity Fund Global Future Cities Programme Manager British Embassy, Maria Renny Herdanti menjelaskan tentang transportasi. Ia menyarankan agar transportasi massa di Kota Bandung dioptimalkan. Kota Bandung dengan penduduk yang cukup padat memberikan peluang untuk transportasi masa lebih berkembang,

“Perbaikan angkutan umum ke depannya dapat mendukung mobilitas perkotaan. Karena kami lihat masyarakat Bandung cukup maju dan disiplin. Maka dari itu, kita coba kembangkan transportasi ini agar lebih diberdayakan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi.

“Sampah memangperlu penataan agar mampu dimanfaatkan dalam berbagai hal. Plastik menjadi solar, itu inovasi yang bagus. Mengurangi potensi sampah plastik yang ada,” katanya.

Dengan sampah sekirat 1500 ton per hari, Oded meyakini memang Kota Bandung perlu inovasi pengelolaan sampah.

“Kita ajak masyarakat untuk memilah sampah di rumah. Mana yang organik dan mana yang non organik. Hasilnya bisa kita manfaatkan sehingga menghasilkan nilai ekonomi,” tuturnya. (AF)