Ingin Berkarier di Startup? Simak 4 Tips dari Engineer Grab Indonesia Ini

NGETRIP.ID – Bekerja di perusahaan startup atau rintisan beberapa tahun belakangan menjadi primadona, terutama bagi kalangan muda. Bekerja di startup memang seru dan mengasyikan, bahkan tak sedikit startup yang menerapkan pola kerja ‘remote’ alias bisa dikerjakan jarak jauh, tak terkecuali di rumah.

Pesatnya perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor pendorong kian tumbuh pesatnya perusahaan startup di Indonesia. Bekerja di industri startup kini banyak dikejar generasi muda selepas lulus kuliah. Tapi jangan salah sangka, bekerja di perusahaan rintisan tentu tak semanis yang dibayangkan dan dilihat.

Yang namanya bekerja, apapun jenisnya tentu membutuhkan banyak faktor penunjang. Beberapa syarat penting adalah kerja keras dan totalitas. Tanpa semua itu, maka mimpi indah meraih sukses di start up hanya semu.

Itu juga yang coba disampaikan Muhammad Rahmatullah, pria asal Soppeng, Sulawesi Selatan yang bekerja sebagai Software Engineer Kudo di Grab R&D Center. Rahmatullah mengungkapkan, Grab Indonesia yang kini perusahaan Decacorn satu-satunya di Asia Tenggara tak akan tumbuh seperti sekarang tanpa kerja keras dan kerja tim SDM yang terlibat di dalamnya.

Kontribusi Rahmatullah dan banyak talenta lainnya untuk membangun ekosistem startup di Indonesia, juga turut mendorong Grab sebagai layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 338 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia tempat Grab beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke.

“Sebagai salah satu yang berkontribusi untuk perusahaan Decacorn di Asia Tenggara, saya sangat bangga dengan apa yang kita kembangkan di Research & Development Center Grab Indonesia. Kami bekerja dengan tim dari berbagai negara dan terus berbagi pengalaman untuk meningkatkan produk dan jasa,” kata Rahmatullah.

“Kultur kerja keras yang ada di perusahaan, mendorong kami untuk terus menciptakan inovasi dan teknologi terdepan, sehingga fokus kepada semua pengguna Grab dari konsumen sampai ke mitra pengemudi. Semua komponen ini merupakan bagian penting dari kehidupan para Grabbers (julukan karyawan Grab). Oleh sebab itu, kami akan terus menciptakan teknologi bagi kebaikan kita semua,” lanjutnya.

Lulusan Universitas Hasanuddin ini punya sejumlah tips khusus bagi kamu yang tertarik bekerja di startup teknologi. Apa saja? Berikut kiat-kiatnya:

1. Berpartisipasi di Komunitas Teknologi
Kiat pertama yang bisa dilakukan adalah memberanikan diri untuk bergabung dengan komunitas teknologi. Salah satu aktivitas yang membantu Rahmatullah meniti karirnya sebagai seorang Mobile Software Engineer adalah berpartisipasi di komunitas programming Indonesia Android Kejar.

Rahmatullah juga menjadi menjadi Lead dari Developer Student Clubs, program google bagi mahasiswa untuk memecahkan masalah sekitar melalui teknologi. Atas prestasi ini, dia akhirnya menjadi salah satu fasilitator di universitasnya untuk komunitas tersebut.

“Selain itu, ikuti juga berbagai workshop dan training untuk mahasiswa guna meningkatkan pengetahuan web development dan mobile,” katanya.

2. Maksimalkan Pengalaman dengan Magang
Rahmatullah mengenang saat dirinya lulus dari Universitas Hasanuddin, dia mencari pengalaman dengan melamar jadi intern programmer di Kudo, salah satu anak perusahaan Grab.

Meski statusnya masih sebagai fresh graduate, Rahmatullah dipercayakan mendapat tugas untuk membantu meningkatkan fitur-fitur dan code-base aplikasi Kudo. Berkat kerja kerasnya, dia mendapatkan tawaran menjadi Android Software Engineer sebelum masa magangnya berakhir di Kudo.

3. Tak Bosan Belajar
Walau sudah menjadi Mobile Software Engineer di Grab, Rahmatullah terus memperdalam ilmunya, baik menggunakan fasilitas training internal, maupun yang ada di internet seperti Dicoding Academy di Indonesia atau Coursera yang berbasis di Amerika Serikat.

“Saya juga terus belajar data structures dan algorithm serta tools-tools baru yang dapat menunjang pekerjaan saya,” tandas Rahmatullah.

4. Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan
Menurut Rahmatullah, jika passion kamu adalah programming, teruslah belajar dan jangan pernah berpikir tidak bisa, apalagi menyerah.

“Ada banyak situs-situs web atau video di YouTube yang bisa membantu,” katanya.

Dan yang penting juga, bagikan pengalaman dan pengetahuan kepada yang lain. Sambil membantu orang lain, tambahnya, pasti kita juga akan belajar dari mereka.