Kabur 2 Tahun, Buronan Korupsi ini Ditangkap di Indekost Elit

NGETRIP. ID, Bandung– Buron dua tahun, terpidana korupsi kasus kredit usaha rakyat (KUR) BNI dengan kerugian Rp 12 miliar ditangkap oleh tim gabungan saat tengah berada di sebuah indekos elit di Surakarta.

Yakni, Didi Supriadi. Dia divonis dengan ini absensia dengan hukuman 8 tahun, denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 12,305,510,632. Didi ditangkap Kamis (8/11/2018) malam  di sebuah kamar kos elit di Surakarta oleh tim dari KPK, Kejari Surakarta, dan kepolisian.

Kasie Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Jabar Bambang Saputra mengatakan, Didi ditangkap di kosan cukup elit di Surakarta. Dia mengaku baru tinggal dua minggu di sana dan tidak ada perlawanan saat dilakukan eksekusi sekitar pukul 10 malam tersebut.

Setibanya di Bandung, Didi langsung dijebloskan ke Lapas Sukamiskin. Ia kabur pada 2016 saat proses penyidikan dan diputus bersalah melakukan ti‎ndak pidana korupsi secara bersama-sama dengan menguntungkan diri dan orang lain secara melawan hukum dan merugikan keuangan negara. 

“Begini jadi dia saat malam penangkapan mengendarai Honda CRV dan ada sepeda motor Vespa yang digunakan. Langsung dibawa ke Bandung. Kemudian dia menggunakan tiga ponsel,” kata Aspidsus Kejati Jabar, Anwarudin Sulistiono pada kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, selama dua tahun kabur, Didi tidak tinggal di satu tempat. Di Surakarta pun, ia baru tinggal selama dua minggu. 

“Dia buronan pasti kemana-mana, enggak di satu tempat saja. Dan dia sendiri di Surakarta tanpa teman. Selama dua tahun dia ngapian saja belum ditanyakan,” kata Anwarudin. 

Terkait kenapa Didi bisa buron saat masa penyidikan, Anwarudin menambahkan saat itu, alamat Didi tidak diketahui. Dicari alamatnya segala macam tidak ada, tapi perkaranya tetap lanjut secara in absentia. (ismalia)