Kamar Kecil di Lapas Sukamiskin Tidak Sesuai Standar

282

NGETRIP.ID, BANDUNG – Sebagian besar kamar berukuran kecil di lapas Sukamiskin tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Para penghuni yang menempati kamar yang tidak layak akan dipindahkan ke kamar yang berukuran besar.

Berdasarkan Keputusan Kehakimanndan Hak Asasi Manusi (HAM) tahun 2003 tentang pola bangunan standar luas hunian kamar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan) minimal berukuran 5,4 meter persegi.

Sedangkan variasi ukuran sel kecil di Sukamiskin mulai dari 4 meter persegi,  3,9 meter persegi dan 4,03 meter persegi sebanyak 463 kamar. Totalnya ada 463 sel, 122 diantaranya masih tidak berpenghuni.

Jika mengacu pada aturan itu, ada 463 kamar yang tidak standar. Untuk itu, pihaknya akan membuat satu usulan kepada direktorat jenderal pemasyarakatan pola penempatan napi dengan mempertimbangkan aspek kelayakan unsur kesehatan, sanitasi dan pencahayaan.

“Kami akan mendorong Kalapas Sukamiskin mengusuljan kamar yang ukuran besar digunakan oleh dua atau tiga orang. Dari napi yang di sel kecil jadi pindah ke sel besar,” kata Kakanwil Kemenkumham Jabar, Ibnu Chuldun, Senin (17/9/2018).

Hanya saja, karena keterbatasan ruangan, perpindahan napi itu pun akan dilihat dari tingkat kerusakan kamar yang sedang ditempatinya. Mereka berhak pindah jika tingkat kerusakannya sudah parah.

Untuk diketahui, cluster kamar di Sukamiskin yang berukuran sedang mempunyai luas 9,75 meter persegi, 7,75 meter persegi dan 7,96 meter persegi, totalnya ada sebanyak 41 kamar.

Kemudian kamar tipe besar dengan ukuran mulai dari 8 meter persegi, 8,22 meter persegi, 8,31 meter persegi hingga 12,78 meter persegi, totalnya ada sebanyak 52 kamar.

Kamar besar itu diketahui di antaranya ditempati oleh Setya Novanto, Nazaruddin dan Djoko Susilo. Itu artinya jika usulan itu disetujui, mereka bertiga akan mempunyai teman kamar yang baru karena pola one man one cell yang selama ini diterapkan di Lapas Sukamiskin akan berubah.

“Perubahan SOP kewenangannya direktorat jenderal pemasyarakatan,” pungkasnya. (ismalia)