Kasus Perundungan Anak SD Ditangani Serius

280

NGETRIP.ID, Bandung–Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung peduli terhadap berbagai kasus perlindungan anak, termasuk kasus perundungan anak yang terjadi di SDN 023 Pajagalan, Kota Bandung. Kejadian perundungan yang berlangsung pada Selasa, 2 Agustus 2018 itu langsung mendapatkan penanganan dari pihak berwenang.

Kepala SDN 023 Pajagalan, Dante Rigmalia mengungkapkan, setelah mengetahui ada peristiwa tersebut langsung berkomunikasi dengan orang tua siswa, baik korban maupun pelaku. Kepada mereka, ia telah meminta maaf dan berjanji akan menangani kasus ini sebaik-baiknya.

“Keesokan harinya, pad Rabu saya langsung mengadakan konseling dan pembinaan kepada anak. Saya juga berdiskusi dengan para guru,” ungkap Dante kepada Humas Kota Bandung, Sabtu (1/9/2018).

Selain itu, Dante juga memanggil orang tua pelaku untuk menjelaskan perkembangan kasus dan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan. Orang tua pelaku pun telah meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Dante lantas berkonsultasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung.

“Saya langsung kontak DP3APM. Dari dinas memberikan arahan kepada saya tentang kejadian itu dan alternatif penanganan. Orang tua diundang, dan sudah bertemu. Orang tua pelaku sudah meminta maaf tetapi orang tua korban masih sangat marah,” tuturnya.

Keesokan harinya, pihak sekolah mengadakan pertemuan dengan komite sekolah dan psikolog untuk berdiskusi tentang penanganan kasus tersebut. Dante bersama komite sekolah berkonsultasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bandung

“Hari itu langsung ada Bripda Denia (Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Bandung). Kemudian kami mendapat arahan langkah apa yang harus dilakukan dan beliau mengatakan bagus ini sudah langsung ditangani oleh sekolah. Sudah ada mediasi dengan orang tua korban dan pelaku,” lanjut Dante.

Di hari yang sama, Dante kembali bertemu para orang tua. Setelah melalui mediasi, para orang tua bersepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Mereka akan memberikan pembinaan kepada anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (sf)