Kejari Cimahi Sita Lahan Dugaan Korupsi di Cibeureum

NGETRIP. ID, Cimahi– Kejari Cimahi menyita lahan seluas 24,790 meter persegi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (22/10/2018). Lahan tersebut disita dalam dugaan kasus korupsi yang menyerat nama mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija yang kini ditangani Kejari Cimahi.

Seperti diketahui Kejari Cimahi telah menetapkan Itoc, Idris Ismail, dan mantan Ketua DPRD Cimahi RD Sutarja sebagai tersangka  terkait dugaan kasus korupsi  enyalahgunaan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) dan PT Lingga Buana Wisesa untuk pembangunna Pasar Raya Cibeureum dan pembangunan sub terminal. Namun, karena meninggal penetapan tersangka terhadap RD Sutarja digugurkan lantaran meninggal dunia.

Kasipisdsus Kejari Cimahi Romandu Novelino mengatakan, penyitaan lahan Cibeureum ini sudah berdasarkan penetapan pengadilan untuk dijadikan barang bukti saat persidangan nanti.

“Lahan yang kami sita digunakan sebagai barang bukti dalam persidangan,” katanya disela-sela acara penyitaan.

Meski belum disidangkan, penyitaan barang bukti ini sangat diperlukan untuk mencegah supaya lahan itu tidak dialihfungsikan. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu lahan tersebut sempat diwacanakan akan dibangun mall dan hotel. Salah satu pencetusnya ialah mantan Direktur Utama PDJM Maktal S Nugraha.

Kendati asset sudah disita, namun pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dimulai. Sebab, saat ini masih dilakukan pengembangan. Termasuk kemungkinan adanya tersangka lain. Sejauh ini pihaknya baru menetapkan dua orang tersangka, dan tidak menutup kemungkinan bakal bertambah jika sudah disidangkan.

Sebab sudah disita, pihaknya meminta agar lahan tersebut steril dari berbagai aktifitas. Lahan bermasalah itu memang sudah lama dijadikan lokasi niaga para pendatang. Seperti pedagang buah-buahan, baju bekas dan aktifitas niaga lainnya.

“Kami masih mengimbau untuk lokasi tidak digunaan dulu sebelum putusan pengadilan inkracth,” ujarnya

Seperti diketahui, kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2006-2007. Saat itu, Pemerintah Kota Cimahi melakukan penyertaan modal kepada PDJM dan PT Lingga Buana Wisesa sebesar Rp 87 miliar yang dilakukan secara bertahap.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan Pasar Raya Cibeureum berganti konsep menjadi Bandung-Cimahi Junction (BCJ) yang saat itu menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Tapi, pembangunan itu mangkrak dikarenakan ada masalah hukum. (ismalia)