Kuasa Hukum Merasa Janggal Kasus Habib Rizieq di SP3

144

NGETRIP. ID, Bandung– Tim kuasa hukum Pembela Pancasila yang mewakili Sukmawati Soekarnoputri Putri mengaku pra peradilan dilakukan lantaran kasus dugaan pelecehan dan penistaan Pancasila oleh Habib Rizieq Syihab sudah memenuhi unsur, dan cukup alat bukti. 

Anggota tim pembela Pancasila Teddi Ardiansyah mengatakan, seharusnya kasus tersebut sudah masuk kebpersidangan, makanya diajukan praperadilan terkait dikeluarkannya SP 3 oleh penyidik Polda Jabar

“Alasan SP3 karena tak cukup bukti. Padahal saksi yang kami hadirkan sudah cukup, termasuk saksi ahli. Itu sudah memenuhi dua alat bukti,” katanya usai persidangan.

Berdasarkan Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), ‎dua alat bukti harus dikantongi untuk menetapkan tersangka. Alat bukti tersebut yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. 

“Makanya kami ajukan pra peradilan. Buktinya sudah cukup (untuk disidangkan),” ujarnya. 

Sementara Sukmawati melalui penasehat hukumnya, Petrus Selestinus menjelaskan, keputusan Polda Jawa Barat memutuskan SP3 disaat kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, merupakan kejanggalan.

“Saat SP3, status tersangka Rizieq Shihab itu sudah diberikan (ke Kejaksaan) dan berkas juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” katanya. 

Makanya, lembaga hukum yang berwenang memutuskan sah atau tidaknya status tersangka Rizieq Shihab adalah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dan seharusnya berkas sudah  dilimpahkan ke pengadilan untuk  disidangkan.

Tim bantuan hukum DPP FPI Ichwan Tuankotta mengaku kali ini FPI sependapat dengan Polda Jabar yang mengeluarkan SP3 terkait kasus yang menjerat imam besar FPI tersebut. 

“Dalil kepolisian kurang dua alat bukti itu benar. Secara otomatis (penyidikan) harus dihentikan,” katanya. 

Disinggung soal keterangan tim hukum Sukmawati alat bukti sudah cukup dan seharusnya Rizieq disidangkan. Ichwan menyebutkan silakan mereka berargumen, itu nanti bisa dibuktikan di persidangan.  

 “Itu dalil mereka. Tapi sementara polisi menyatakan kurang alat bukti.Tesis beliau itu ilmiah tidak bisa dipidanakan, dan dari awal kurang alat bukti,” katanya. (ismalia)