Laga kandang Persib vs Madura United Masih Belum Jelas

187
foto: persib.co.id

NGETRIP.ID, BANDUNG–Lokasi laga kandang Persib vs Madura United masih belum jelas. Manajemen Persib tak merestui Stadion Mandala Jayapura jadi home base Persib.

Roberto Carlos Mario Gomez mendadak bingung. Jelang laga kandang usiran melawan Madura United, Persib belum menentukan stadion. Sebelumnya, Persib sudah memilih Stadion Mandala Jayapura. Namun ternyata, manajemen tidak merestuinya.

Awalnya, Persib siap bertolak ke Jayapura, Sabtu (6/10). Maung Bandung melakoni laga kandang usiran melawan Madura United, Selasa (9/10). Namun, lokasi partai kandang rasa tandang yang sudah masuk dalam hitungan hari itu kini kembali samar.

“Kita selalu ingin pergi ke Papua, tapi manajemen bicara kita tidak bisa pergi. Padahal orang Papua berkata kita boleh bermain di sana, dan kita tidak mengerti apa yang terjadi. Kenapa kita tidak bisa pergi ke Papua?” tanya Gomez seusai memimpin latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (5/10).

Pelatih Persib itu mengatakan, ada dua pertimbangan mengapa Persib memilih menjadikan home base milik Mutiara Hitam menjadi venue laga pekan ke-24.

Selain kondisi lapangan berkualitas, pertimbangan lainnya Supardi Nasir dkk tak perlu lagi melakukan perjalanan untuk melakoni laga pekan ke-25 menantang Persipura Jayapura, Senin (15/10).

“Lalu saya katakan opsi ke dua kita bermain di Balikpapan, tetapi pilihan pertama kita tetap di Papua. Tapi orang di Jakarta berkata tidak (di Papua), saya juga tidak tahu kenapa. Saya tidak mengerti. Lalu katanya ada informasi kita boleh bermain di Jalak, tapi manajemen berkata tidak,” ucapnya.

Manajemen Persib Bandung mengusulkan agar skuatnya bermain di Stadion Marora, Kepulauan Yapen, Papua. Tetapi dengan tegas, Mario Gomez menolak tawaran tersebut.

Faktor kondisi lapangan markas dari Perseru Serui tersebut, kata Gomez, jadi alasan utama penolakan dirinya terhadap Stadion Marora menjadi home base skuatnya.

“Manajemen bilang kepada saya kenapa tidak di Serui. Serui tidak, meskipun disana tempatnya bagus, tapi lapangannnya sangat buruk dan tidak baik untuk kita. Saya harus mencari yang terbaik untuk tim ini, dan bagi saya, yang terbaik saat ini adalah Papua (Stadion Mandala),” ujar dia.

Terlepas itu, dia tak mempersoalkan soal absennya sejumlah pemain dan asistennya Fernando Soler. Dia tetap optimistis, anak asuhnya, masih sanggup memetik poin dengan situasi yang tidak bisa dia pahami.

“Beberapa pemain kita tidak bisa bermain. Tetapi di lini depan, kita akan mainkan Airlangga (Sucipto) dan Ezechiel (N’Douassel). Di kiri ada Puja (Abdillah) dan Tony (Sucipto) untuk Ardi. Tanpa Soler, kita masih punya Anwar (Sanusi) dan Soler, dia bisa duduk di Tribune,” tandasnya.

Sementara itu, Kapten Persib Supardi Nasir menegaskan, para pemain tidak merasa terganggu dengan sanksi berat yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI kepada tim Persib. Alhasi, Supardi bersama rekan satu tim tak pernah kehilangan semangat dalam berlatih. Hal ini terbukti seluruh pemain selalu terlihat enjoy dan penuh canda tawa pada setiap mengikuti sesi latihan.

“Enjoynya anak-anak itu sebenarnya karena mereka enggak pernah memikirkan hal-hal lain di luar lapangan,” ujar Supardi  seusai latihan di Stadion Jalak Harupat, Jumat (5/10).

Pemain yang membawa Persib meraih gelar di musim 2014 itu juga menekankan, setiap pesepakbola profesional harus tetap berkonsentrasi dalam berlatih dan bermain, serta berjuang keras memenangkan pertandingan.

“Sebenarnya kami berpikir, ini bukan ranah kami untuk memikirkan itu (sanksi dan banding) karena sudah pasti ada manajemen yang akan mengurus hal itu. Tugas kita itu berlatih dan memenangkan pertandingan, seperti apa yang dikatakan coach Gomez,” ujar Supardi. (inilahkoran)