Mantan Bupati Bandung Barat Dituntut 8 Tahun Penjara

NGETRIP. ID, Bandung– Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar dituntut hukuman delapan tahun penjara, denda Rp 400 juta, subsider kurungan empat bulan. Dia juga harus mengembalikan uang pengganti Rp 601 juta lebih.

Hal itu diungkapkan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Budi Nugraha, dalam sidang tuntutan yang dipimpin Fuad Muhammadi, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (5/11/208).

Dalam tuntutannya, Budi menyatakan Abubakar terbutkti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana dakwaan alternatif pertama, pasal 12 hurup a Undang-undang tindak pidana korupsi.

”Menuntut agar majelis yang menangani perkara terdakwa, menjatuhkan hukuman delapan tahun, denda Rp 400 juta, subsider kurungan empat bulan,” katanya.

Selain hukuman badan, Abubakar juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 601 juta lebih, kalau tidak sanggup harta bendanya akan disita. Jika tidak memiliki harta benda, maka diganti dengan hukuman penjara selama enam bulan.

Tidak hanya itu, kepada Abubakar juga dikenakan pidana tambahan, yakni hak milih dan dipilihnya dicabut selama tiga tahun, setelah ada keputusan inkracht dari pengadilan.

Dalam persidangan yang sama, JPU juga menuntut dua terdakwa lainnya, yakni mantan Kadis Industri dan Perdagangan KBB Weti Lembanawati dengan hukuman penjara selama tujuh tahun, denda Rp 200 juta, subside kurungan dua bulan. Tak hanya itu, Weti pun diharuskan membayar uang pengganti Rp 19 juta lebih.

Sementara terdakwa lainnya, yakni mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto dituntut hukuman enam tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider kurungan dua bulan.

Atas tuntutan tersebut, ketiga terdakwa dan kuasa hukumnya mengaku akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan. SIdang pun ditunda tiga minggu, yakni hingga Senin (26/11/2018) dengan agenda pembacaan pledoi.

Usai persidangan, JPU KPK Budi Nugraha menyebutkan, uang pengganti Rp 601 juta yang harus dikembalikan oleh Abubakar merupakan uang hasil bancakan dari kepala SKPD yang sudah terpakai olehnya.

”Jadi total uang hasil pengumpulan dari SKPD Rp 1,2 miliar lebih. Yang sudah terpakai Abubakar Rp 601 juta, dan itulah yang harus dikembalikan olehnya,” ujarnya.(ismalia)