Masker Lebih Efektif Cegah Covid-19 saat Naik Ojol, Ini Bukti dari Peneliti

35
Ilustrasi: Pengemudi ojek online memakai masker. (Foto: Tribunnews.com)

NGETRIP – Masker dikatakan Peneliti Virologi dari Universitas Airlangga, Prof dr Chairul Anwar Nidom, tetap menjadi solusi terbaik saat beraktivitas, termasuk ketika menggunakan ojek online (ojol) dan taksi online.

Alasannya kata dia, karena virus corona penyebab Covid-19 kini dapat menular lewat udara seperti virus flu. Namun, penggunaan masker harus tepat sehingga mampu menepis virus yang menempel di masker.

“Bukan masker biasa, minimal menggunakan masker bedah. Atau saat ini sudah ada bahan kain yang dilapisi dengan suatu bahan yang bisa menetralisir virus dan ukuran pori dari masker tidak boleh lebih dari 5 mikron,” kata Nidom melalui keterangannya seperti dilansir Liputan6.com.

Dengan ketaatan masyarakat menggunakan masker, ia berpendapat virus corona bisa ditepis, baik saat naik ojol atau sedang kumpul dengan orang lain.

Nidom menambahkan, adanya transmisi virus melalui udara membuat jaga jarak jadi tidak banyak berpengaruh. Jaga jarak dengan minimal 1 meter diasumsikan penularan melalui droplet. Sebab lontaran droplet diperkirakan sejauh 1 meter. Untuk itu ia meminta masyarakat tidak meremehkan virus corona.

“Dengan diketahui penularanya bisa melalui udara, maka jarak berapapun akan bisa dijangkau oleh virus tersebut,” ucapnya.

Hal ini juga ditegaskan Peneliti Mikrobiologi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Asril, yang mana virus corona tidak bertahan di udara dengan pertukaran udara yang bebas seperti saat mengendarai motor.

“Virusnya itu akan bertahan di udara yang aliran pertukarannya terbatas. Jika kondisinya di ruang terbuka resiko penularan cenderung rendah. Penularan melalui udara yang disampaikan oleh WHO adalah di dalam ruangan tertutup yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik,” papar Asril. Ia menyimpulkan, menggunakan layanan ojol dipastikan aman selama menggunakan masker.

“Driver dan penumpangnya pakai masker pastinya sudah sangat aman untuk mengurangi penyebaran dan kontaminasi ke tubuh,” tukas Asril.

Sama halnya saat menggunakan taksi online, Asril menyarankan tetap menggunakan masker.

“Masker is the best solution, AC dimatikan dengan kaca dibuka, seharusnya pertukaran partikel virusnya dengan udara akan bagus, viral load-nya akan berkurang,” paparnya.