PREVIEW: MAUNG MENGAUM!

1033
Foto: Bambang Prasethyo/Inilahkoran

NGETRIP, BANDUNG–Apapun hasil lawan Persebaya Surabaya, kiprah Persib Bandung di pentas Liga 1 Indonesia musim ini sangatlah menjanjikan. Statistik jadi buktinya.

Insiden 26 Januari lalu tampaknya sudah tak lagi menempel di benak para bobotoh. Ketika itu, tim kesayangan mereka benar-benar membuat kecewa.

Sang pembesut anyar, Mario Gomez gagal memberi kesan baik. Maung Bandung tersingkir di ajang pramusim, Piala Presiden 2018.

Tergabung di Grup A, Persib hanya menghuni posisi tiga besar. Supardi dan kawan-kawan mengalami dua kekalahan, yakni saat menjajal PSMS Medan (0-2) dan PSM Makassar (0-2). Padahal, mereka sempat di atas angin ketika memenangi duel pembuka kontra Sriwijaya FC dengan skor 1-0.

Gomez pun jadi sasaran kritik. Pilihan strategi mantan asisten Hector Cuper, itu dianggap gagal mengangkat performa Persib. Maka wajar, banyak yang meragukan kiprah Persib ketika memulai petualangan mereka di ajang Liga 1 Indonesia.

“Piala Presiden adalah masa lalu, sudah lewat dan saat ini berbeda,” ujar Gomez.

Gomez memang membuktikan ucapannya. Pria asal Argentina itu telah membuktikan bahwa prestasi tak bisa diraih dengan instan. Butuh waktu. Dan dalam rentang waktu kurang dari enam bulan, Gomez telah meracik sebuah tim kuat dengan materi pemain tak terlalu mewah.

Persib sekarang dengan Maung Bandung di Piala Presiden sangatlah berbeda. Kini, Maung Bandung sedang berjuang merebut status juara paruh musim ketika meladeni Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (26/7) malam WIB. Andai laga ini berakhir antiklimaks, Gomez telah mencatatkan pencapaian fenomenal di paruh pertama kompetisi.

Di bawah asuhan pelatih 61 tahun ini, Persib jadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Maung Bandung kini punya tembok kokoh di lini pertahanan. Duet Victor Igbonefo-Bojan Malisic di jantung pertahanan, plus militansi performa dari winger muda Aldi Idrus kerap membuat lawan frustrasi.

BACA JUGA:  Tim Pengacara Dua Pelaku Anak Pengeroyok TheJak Optimis Pasal 170 Tepat Diterapkan

Persib hanya 13 kali kebobolan dalam 16 laga. Mereka jadi tim dengan statistik pertahanan terbaik. Di urutan kedua menyusul Perseru Serui yang sudah 13 kali kebobolan. Setelah itu, ada Persebaya Surabaya dan Bali United dengan jumlah kebobolan 19 gol.

Tak hanya soal jumlah kebobolan, Persib juga lumayan efektif di lini depan. Meski tak terlalu fenomenal, Maung Bandung sukses menyarangkan 22 gol.

Jumlah tersebut, menjadikan mereka sebagai tim dengan selisih gol terbaik dengan sembilan lesakan. Persib mengungguli Persija di urutan kedua dengan jumlah selisih gol 6.

Dan yang paling melegakan para bobotoh, adalah duet lini serang Maung Bandung yang musim ini benar-benar menakutkan. Keputusan Gomez mendatangkan Jonathan Bauman berbuah manis. Rekrutan asal Argentina itu mampu jadi ‘pelayan terbaik’ bagi sang mesin gol, Ezechiel N’Douassel.

N’Douassel kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak dengan koleksi 13 gol. Sementara Bauman tak kalah moncer lantaran sudah melesakkan enam gol dari 14 laga bersama Maung Bandung. Kombinasi keduanya, telah menghasilkan 17 gol atau separuh lebih dari total jumlah gol Maung Bandung yang mencapai angka 22 lesakan.

Apapun catatan statistik yang sudah ditorehkan Persib, Gomez enggan jemawa. Dia hanya ingin fokus merealisasikan target. Dan yang terdekat, tentu saja meraih status juara pramusim dengan cara menaklukkan Persebaya.

“Absolutely, jika nanti menang poin menjadi 29 dan posisi kita langsung naik ke posisi satu. Menjadi juara paruh musim tentu akan menjadi hal yang positif untuk kita. Saya dan semua pemain sangat siap untuk merealisasikan itu semua,” tandas Gomez. (inilahkoran/yogo triastopo/bsf)