Medsos Sebarkan dan Membiarkan Hoax Corona Hukumannya Berat, Masih Berani?

12
Ilustrasi/pmjnews.com

NGETRIP – Kemenkominfo bakal menggunakan segala kewenangannya untuk menindaK platform digital atau media sosial melakukan pembiaran terhadap hoax mengenai virus corona (COVID-19).

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan, telah mendesak berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube untuk memblokir akun pembuat serta penyebar hoax COVID-19.

“Kami mengacu dari UU ITE dan UU terkait lainnya untuk mengingatkan semua yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di ruang digital, khususnya platform digital, kami akan seluruh menggunakan kewenangan yang dimiliki bila hoaks masih terus dibiarkan ada di platform digital,” kata Johnny dalam konferensi pers virtual, megutip dari CNN Indonesia, Sabtu (18/4).

Johnny juga menegaskan memproduksi mau pun menyebarkan hoax merupakan aktivitas yang melanggar hukum. Pelaku hoax bisa dihukum maksimal 5 hingga 6 tahun dengan denda Rp1 miliar.

“Kami berharap masyarakat sadar, membatasi diri, gunakan ruang digital, ponsel pintar, dengan baik. tindakan melakukan memproduksi menyebarkan hoaks adalah tindakan pidana,” tegas Johnny.

Kata Johnny, ada sebanyak 554 jenis hoaks mengenai virus corona yang disebarkan hingga 1.209 kali di platform Facebook, Instagram, Twitter, serta Youtube.

Dari sisi penegakan hukum, Bareskirm Polri telah mengungkap 89 kasus dalam periode 30 Januari hingga 15 April 2020. Dari 89 kasus, 89 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, sebanyak 14 tersangka diantaranya telah ditahan, 75 tersangka lainnya tak ditahan. Ada pun 89 kasus ini terjadi di 26 wilayah Polda di seluruh Indonesia.

Polda Metro Jaya dan Polda Jatim menjadi wilayah terbanyak yang menangani kasus hoaks. Masing-masing dengan angka 11 kasus dan 12 kasus.

BACA JUGA:  Bentuk Lembaga Cyber Province, Jabar Koordinasi Dengan Lembaga Sandi Negara