Menenangkan Jiwa dengan Memusuhi Syetan

612

NGETRIP.ID, BANDUNG–Sejak penolakan iblis atas perintah Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi agar bersujud kepada Adam –salam atasnya-, di sanalah kumandang permusuhannya terhadap Adam –salam atasnya– dan keturunanya bermula. Allah mengingatkan Adam –salam atasnya- dan keturunannya, termasuk kita, bahwa iblis dan bala tentaranya –laknat Allah atas mereka– adalah musuh yang nyata maka jadikanlah mereka sebagai musuh, bukan sebagai teman, saudara, apalagi penasihat.

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ

Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka. -Sura Ta-Ha, Ayah 117

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. -Sura Al-A’raf, Ayah 27

Ketenangan jiwa hanya didapat jika menjadikan syetan sebagai musuh.

Untuk menjadikannya sebagai musuh, yang harus kita lakukan adalah antitesa kelakuannya, membenci apa yang dicintainya, mencintai apa yang dibencinya, juga mengabaikan bujuk rayunya. Agar selalu jauh dengan iblis dan bala tentaranya, dekat dengan Allah adalah caranya, selalu mengingat-Nya -dzikrullah- baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.

Salah satu bentuk dzikir adalah doa, maka dalam setiap aktivitas hidupnya, seorang muslim dianjurkan berdoa kepada Allah. Makan minum, berpakaian, keluar masuk rumah, berkendaraan, keluar masuk masjid, keluar masuk toilet, berhubungan suami istri, belajar, bercermin, hendak tidur dan bangun tidur. Semuanya ada doanya. Dari sejak bangun tidur sampai kembali tidur lagi.

Bahkan Rasulullah (shalawat dan salam atasnya) sebagaimana diriwayatkan oleh Imam AL-Bukhori dan Imam Muslim, beliau bersabda “syetan mengikat manusia dengan 3 ikatan. Ikatan pertama terlepas ketika bangun dan mengingat Allah dengan berdoa, ikatan kedua terlepas dengan dengan berwudhu, ikatan ketiga terlepas dengan sholat. Ketika semua ikatan tersebut terlepas, maka hari itu ia akan menjalaninya dengan penuh semangat dan jiwa yang baik, jika tidak terlepas, maka ia akan menjalani hari itu dengan kemalasan dan jiwa yang buruk.”

Penyebab kegundahgulanaan dan kemalasan itu bisa jadi hadir karena kesalahan kita dalam memulai hari. Jika salah satu diantara tiga hal di atas kita lalaikan, baik berdoa ketika bangun tidur, berwudhu’ ataupun sholat subuh, maka kita sudah ‘gagal’ menjadikan syetan sebagai musuh dan bahkan baik secara sadar maupun tidak sadar kita telah mengundangnya untuk menghancurkan hari kita tersebut.

Mari biasakan berdoa dan berdzikir kepada Allah dalam setiap aktivitas kita. Agar kita menjadi hamba Allah yang bersyukur, dan balasan kesyukuran adalah tambahan nikmat. Mudah-mudahan Allah selalu senantiasa menjaga kita dari tipu daya syetan. Aamiin.