Mengenal Satrya Graha, Host Podcast Koran Pikiran Rakyat

“Jangan panggil saya Bang, panggil saya Kang. Bukan hanya karena saya orang Sunda. Tapi karena lebih enak dipanggil Kang Sat daripada Bang… !” Demikian cuplikan dialog Kang Satrya pada salah seorang Nara sumber yang dihadirkannya.

Sejak akhir tahun 2021 muncul host baru di per podcast-an tanah air. Dialah yang menggawangi podcast “Pikiraneun Rakyat” yaitu podcast yang memang dibangun sebagai pengembangan Koran Pikiran Rakyat yang telah melegenda dan menjadi icon Jawa Barat selain Persib dan Bobotohnya.

Pembawaannya yang nyantai, membuat podcast yang digawanginya senantiasa bersuasana segar selain tentu saja tidak lepas dari unsur daya tarik dan aktualitas tema yang diangkat. Maklum Kang Satrya begitu panggilan akrabnya merupakan salah satu pemimpin redaksi dari Koran Pikiran Rakyat yang telah lama malang melintang sebagai wartawan media cetak.

Relasi yang luas tidak hanya di kalangan pengambil kebijakan di Jawa Barat, namun juga tokoh-tokoh nasional membuat bintang tamu yang dihadirkan pun dari kalangan yang kompeten dan punya nilai berita.

Sebut saja Desy Ratnasari, artis dan anggota DPR RI sempat ngobrol santai disisipi gaya “sesundaan”, berbagai topik hangat dan menarik seputar kehidupan pribadi dan tugasnya sebagai wakil rakyat. Belum lagi sejumlah anggota DPRD dan tokoh-tokoh masyarakat serta pejabat yang nyaman menyampaikan berbagai informasi yang tak hanya baru, namun juga bermanfaat bagi masyarakat. Kedekatan inilah yang memungkinkan Kang Satrya dapat mengorek lebih dalam sisi menarik dari tamu yang dihadirkan.

Tentang bagaimana konsep podcast “Pikiraneun Rakyat” ini Kang Satrya menekankan bahwa, memang kita harus memberikan sesuatu yang menarik pada masyarakat, namun demikian kita tak boleh lepaskan juga bahwa ini harus bermanfaat. “Jadi kontennya kita seimbangkan lah, antara hiburan, edukasi dan informasi”.

Lebih lanjut Kang Satrya mengungkapkan bahwa, dalam era digital saat ini, media cetak perlu menunjang layanan dengan adanya kebutuhan klien yang kadang meminta untuk adanya kampanye dan pemasarannya disampaikan melalui media digital. “Oleh karena itu selain Chanel YouTube Koran Pikiran Rakyat yang kita konsep dengan variety atau TV Magazine, kita juga hidupkan akun-akun media sosial kita seperti Facebook, Instagram dan Twitter.” Ujarnya.

“Ini adalah bentuk diversifikasi usaha yang coba kami lakukan untuk dimanfaatkan untuk berbagai keperluan komunikasi publik untuk kampanye sosial maupun kepentingan mitra usaha kita ” tambahnya lagi.

“Visinya podcast Koran Pikiran Rakyat ini, karena dapat diakses dimana pun juga, akan diproyeksikan menjadi podcast yang tidak hanya dari, oleh dan untuk rakyat Jawa Barat, tapi dari, oleh dan untuk Rakyat Indonesia.” Ujarnya menutup obrolan. (cak Kiting)

#KoranPikiranRakyat #Podcast #Bobotoh #Persib #SatryaGraha