Mengintip Mesin Motor Tim Balap Indonesia dan Kesiapan Turun di MotoGP 2021

49
Pembalap tim Idemitsu Honda Team Asia, Andi Farid Izdihar, saat tampil di hari kedua seri ketiga Moto2 Andalusia di Sirkuit Jerez, Spanyol, Sabtu (25/7). Foto: Idemitsu Honda Team Asia

NGETRIP – Indonesia sudah memastikan bakal menjadi tuan rumah MotoGP 2021, ajang balap motor paling bergengsi di dunia.

Selain itu, Indonesia juga kini berhasrat mempunyai tim sendiri di kelas Moto2 dan Moto3.

Saat ini, Indonesia sedang melanjutkan proyek pembangunan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang sudah masuk dalam susunan kalender balap musim depan.

Nantinya, Indonesia Racing Team akan diketuai Muhammad Rapsel Ali yang juga menjabat sebagai anggota DPR-RI Komisi VI.

Tak hanya tampil di Mandalika, Muhammad Rapsel Ali memproyeksikan Indonesia Racing Team bisa berlaga di seluruh seri balap Moto2 dan Moto3.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Rapsel Ali berencana menggandeng pihak-pihak lain termasuk dalam menyiapkan beberapa hal-hal yang bersifat teknis.

“Ini untuk mengikuti seri dunia MotoGP, sebetulnya ada kerjasama kami dengan tim luar negeri,” kata Muhammad Rapsel Ali, dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.

Sementara itu, Febby Sagita, Direktur Operasional Tim MotoGP Indonesia mengatakan bahwa saat ini tim telah berkoordinasi dengan beberapa stakeholder, mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa berlaga di MotoGP musim depan.

Mengutip dari kumparan, dia mengatakan peluang paling memungkinkan untuk Indonesia Racing Team berlaga di MotoGP yakni di kelas Moto2.

“Sejauh ini memang opsinya ingin ke Moto2 dan Moto3, tapi yang paling memungkinkan sebenarnya untuk step awal itu adalah di Moto2. Permasalahannya ada di waktu yang sudah mepet, tapi tidak menutup kemungkinan juga (Moto3),” katanya kepada Kumparan lewat sambungan telepon.

Tim MotoGP Indonesia dibentuk siapkan pebalap untuk kelas Moto2 dan Moto3. Foto: Istimewa

Dia menjelaskan dari sisi teknis dan persyaratan kelas Moto2 jauh lebih mudah dibanding yang lain. Namun, pihaknya terus bekerja keras untuk bisa terlibat di kelas balap yang paling bergengsi.

“Untuk rider yang bakal pasti dipilih belum ya, cuma kita sudah punya beberapa rider kandidat. Nanti kita akan godok dan pilih yang terbaik. Dengan kondisi saat ini yang belum memiliki kontrak, yang pasti Dimas Ekky,” kata Febby.

Pakai mesin Triumph

Di kelas Moto2, semua tim memakai mesin yang sama menggendong mesin Triumph berkapasitas 765cc. Mesin tersebut dikembangkan dari motor produksi massal Triumph Street Triple.

Mesin tersebut diklaim punya tenaga sampai 140 dk pada 14.000 rpm. Kecepatan maksimalnya bisa mencapai sekitar 295 km/jam sampai 300 km/jam.

“Sebenarnya sejak adanya Moto2 semua single supplier dari zaman Honda. Tahun lalu dan tahun ini kontraknya sudah dengan Triumph ya sudah pasti mesinnya pakai itu,” jelas dia.

Dia mencontohkan seperti pabrikan KTM atau Honda yang berkiprah di Moto2 tetap menggunakan mesin Triumph. Febby juga belum bisa memastikan Indonesia Racing Team akan disupport oleh ATPM apa.

“Belum ada dan fokus kita untuk saat ini lebih persiapan tim terlebih dahulu,” tambahnya.

Meski tiap tim akan menggunakan mesin dengan spesifikasi yang sama, namun pihak Dorna sebagai penyelenggara motoGP memperbolehkan tim menggunakan sasis berbeda-beda, di mana umumnya menggunakan sasis Kalex, NTS dan lainnya.

Febby pun mengatakan Indonesia Racing Team bakal menjadi proyek jangka panjang. Jadi semua pebalap Tanah Air tentunya punya peluang untuk unjuk kemampuan agar bisa unjuk gigi perhelatan balap motor paling bergengsi itu.