Merasa Bukan Buruh, Ojol Ogah Ikut Demo Buruh di DPR

99
Ilustrasi. (Net)

NGETRIP.ID, Jakarta – Sopir atau driver ojek online tak mengikuti aksi demo buruh yang digelar hari ini di DPR, Jakarta. Driver punya alasan tak ikut aksi yang melibatkan ribuan buruh tersebut.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Igun Wicaksono mengatakan, hal itu lantaran driver bukan pekerja penerima upah perusahaan.

“Ojek online tidak terlibat dalam aksi demonstrasi rekan-rekan serikat pekerja, karena ojek online adalah bukan pekerja penerima upah dari perusahaan, profesi ojek online dengan perusahaan merupakan kemitraan, bukan hubungan pemberi kerja dengan pekerja,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2019).

Dia menuturkan, driver punya agenda tersendiri jika harus turun ke jalan. Agenda itu ialah revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.

“Ojek online punya agenda tersendiri apabila harus turun aksi demonstrasi, agenda yang berbeda dengan tuntutan dari serikat pekerja, salah satunya adalah tuntutan Revisi Undang-Undang (RUU) No 22 tahun 2009 mengenai Lalu Lintas Angkutan Jalan, agar moda transportasi ojek online resmi diundang-undangkan sebagai bagian dari moda transportasi umum,” paparnya.

“Sehingga berkekuatan hukum apabila negara maupun regulator mengeluarkan regulasi-regulasi ataupun payung hukum yang melindungi hak dan kesejahteraan para pengemudi ojol,” sambungnya.

Dia mengatakan, Garda terus mendorong DPR agar hal tersebut segera bisa terealisasi.

“Agenda ojol Garda tersebut untuk mendorong agar DPR RI periode (2019-2024) dapat segera memasukkan RUU No.22/2009 tentang LLAJ dalam Program Leglislasi Nasional (Proglegnas) segera mungkin,” tutupnya. (*)