Merawat Seni Pencak Silat Lewat Gelaran Pasanggiri

821

NGETRIP. ID, Bandung– Pesatnya  perkembangan zaman berdampak pada keberlangsungan seni pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia, khususnya Jawa Barat. Generasi muda yang menjadi pemegang tongkat estafet diharapkan dapat ikut menjaga seni pencak silat agar tidak punah.

“Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga pencak silat ini agar tidak punah atau hilang keasliannya. Kita harus merawatnya secara baik,” ujar pegiat DPP Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jabar, Asep Maung, dikawasan Jalan Halimun, Kota Bandung, Kamis (13/12/2018).

Asep menambahkan, tujuan itulah yang ingin dicapai PPSI saat menggelar Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat antar DPD se-Jabar, Banten dan DKI yang akan digelar di Karawang, Jumat (14/12/2018) hingga Minggu (16/12/2018). Pasanggiri dengan tema “Prak Tandang Makalangan Eleh Meunang Jaga Sportifitas” itu akan dihelat di Gedung Serbaguna Indo Alam Sari, Karawang.

“Ini menjadi kegiatan yang pertamakali setelah vakum selama sekitar lima tahun, bersamaan dengan terbentuknya kepengurusan baru PPSI Jabar. Dan mudah-mudahan bisa kontinyu, paling sedikit setahun sekali bisa digelar. Tentunya dengan perhatian pemerintah,” tutur Asep.

Ia menuturkan, saat ini perhatian pemerintah dalam mendukung pencak silat mulai kembali tumbuh. Beberapa kegiatan mulai digelar lagi untuk menampung apirasi sekitar 3.000-an paguron di Jabar. Namun Asep berharap, di level pendidikan, pencak silat bisa lebih dimaksimalkan sebagai muatan lokal (mulok) yang sebenarnya sudah diterapkan sejak tahun 2000.

“Kesininya memang agak melempem, karena mungkin ada perbedaan mewenangan atau hal lainnya. Tapi kami optimis kedepannya pemerintah akan lebih memperhatikan,” tambah Asep.

Ia pun mencontohkan kegiatan pasanggiri yang mulai besok akan digelar DPP PPSI. Kegiatan yang mempertandingkan tiga kategori, anak-anak, remaja dan dewasa tersebut digelar atas partisipasi dari bank bjb. Bank milik pemerintah itu mendukung sepenuhnya dengan harapan akan lahir bibit-bibit penerus seni pencak silat, khususnya seni ibing pencak silat.

“Semoga kegiatan yang kami gelar ini akan menumbuhkan mint masyarakat terhadap seni pencak silat. Karena prinsip kami, untuk mengenalkan sesuatu itu awalnya memang harus dipaksa, lama-lama akan kapaksa, terus resep dan nantinya jadi nyaah. Ini memang perlu peran serta berbagai elemen, salah satunya pemerintah,” papar Asep.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat antar DPD se-Jabar, Banten dan DKI yang akan digelar di Karawang, akan memperebutkan piala bergilir Gubernur Jabar dan Bupati Karawang. Sejauh ini, dari 27 DPD PPSI, sudah ada 20 yang mendaftar ikut serta.

“Kalau orangnya, sekitar 400-an. Nanti mereka akan ikut pasanggiri ibing tunggal putra-putri, ibing rampak putra-putri dan ijen. Ijen itu boleh dibilang gambaran perkelahian satu lawan satu tapi dibalut seni,” tandas Asep. (ismalia)