OJK Marah Dapat Laporan Masih Ada Driver Ojol Dikejar-kejar Debt Collector

Ilustrasi/CNN Indonesia

NGETRIP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal restrukturisasi kredit kendaraan di perusahaan leasing karena masih banyak keluhan. Bahkan, belum lama ini sempat viral kasus debt collector yang masih menarik kendaraan pengemudi ojek online (ojol).

Padahal Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk memberikan dispensasi terhadap penunggak kredit di tengah pandemi virus corona (covid-19) yang semakin meluas penyebarannya di Indonesia.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan soal viralnya pengemudi ojol yang kendaraannya tetap ditarik debt collector.

Menurut OJK, pengemudi ojol itu meminjam alias melakukan cicilan dari perusahaan jasa rental, bukan perusahaan jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK.

“Perusahaan ini merupakan mitra kerja dari perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online,” kata Sekar mengutip dari Motortplus-online.com dari Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Dengan tegas, OJK akan memanggil perusahaan online maupun perusahaan jasa rental kendaraan yang melakukan kegiatan leasing untuk mengklarifikasi.

 

BACA JUGA: Ini Dia Daftar 48 Multifinance Yang Memberikan Penundaan Bayar Cicilan

 

Sekar juga berujar, pihaknya telah memanggil perusahaan penyedia aplikasi ojek online. Hal itu dilakukan agar pihak perusahaan turut andil dalam memberikan data sehingga pengajuan relaksasi bagi ojol mudah didapatkan.

“Seminggu yang lalu OJK sudah memanggil perusahaan yang mempekerjakan pengemudi online. OJK meminta kerja sama dengan perusahaan ini untuk memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan dimaksud,” jelasnya.

Untuk perusahaan leasing, OJK kembali meminta untuk menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak virus corona, seperti pekerja di sektor informal atau pekerja berpenghasilan harian.

“Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang dijanjikan,” pungkas Sekar.

 

BACA JUGA: Pemerintah Berikan Keringanan Kredit Motor Bagi Ojek Online

 

Sebagai informasi, OJK telah mengatur restrukturisasi kredit dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020.

Bentuk keringanan yang bisa didapatkan antara lain, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara, maupun hal lainnya sesuai kesepakatan baru.

Keringanan kredit ini diberikan dalam jangka waktu bervariasi sesuai penilaian bank maupun perusahaan leasing. Jangka waktu maksimal adalah 1 tahun.