Ojol Bisa Bawa Penumpang di Jakarta Mulai 8 Juni, Kemenhub Belum Beri Izin

17
Foto: RRI

NGETRIP – Ojek online akhirnya medapatkan izin kembali beroperasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan driver ojol membawa penumpang mulai 8 Juni 2020.

Hal ini terlihat dari bahan presentasi yang dibacakan Anies Baswedan berjudul Jadwal Pembukaan Transisi Fase I, ketika mengumumkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan sejumlah pelonggaran di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Dalam slide tersebut, Juni merupakan fase transisi pertama yang akan dievaluasi pada akhir Juni 2020. Dalam Slide disebutkan ojol dan opang bisa beroperasi 100% mulai pekan kedua, yakni 8 Juni 2020. Namun hal ini tidak berlaku di kelurahan dengan status zona merah.

Sebelumnya, Anies menjelaskan ojek ojek bisa beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kendaraan umum non-massal (ojek/mobil) beroperasi dengan protokol Covid-19,” ujar Anies mengutip dari cnbcindonesia.com.

Protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya membawa helm sendiri, rajin, menggunakan masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Sayangnya, hal tersebut masih belum pasti karena belum mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, menegaskan pihaknya belum bisa memastikan kapan ojol dapat mengangkut penumpang kembali, namun ia mengaku pihak Kemenhub sedang merumuskan kebijakan operasional ojol di tengah wabah Covid-19.

“Saya terus terang saja belum bisa menjawab akan seperti apa. Karena apa, saya lagi nyusun. Saya lagi menyusun dan belum saya sempurnakan dan saya mendengarkan semua aspirasi dulu,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini proses penyusunan regulasi tersebut sudah sampai pada tahap harmonisasi. Budi Setiyadi mengaku perlu melaporkan draft aturan ini terlebih dahulu kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebelum aturan diundangkan.

Terkait kebijakan Anies Baswedan, Budi Setiyadi mengatakan kebijakan Kemenhub berlaku secara nasional sehingga nantinya Pemprov DKI Jakarta juga harus mengikuti aturan tersebut.

BACA JUGA:  Pendapatan Turun 70 Persen Karena PSBB, Asosiasi Ojol Tuntut Aplikator dan Pemerintah

“Oke pak Anies enggak apa-apa, enggak ada masalah. Tapi nanti begitu susunan peraturan saya (terbit), Pak Anies harus tunduk kepada peraturan saya. Nah saya akan menyesuaikan, saya akan mendengarkan apa yang disampaikan Pak Anies,” tandasnya.