Pelayanan Publik Kota Bandung Makin Juara, Ini Rahasianya

NGETRIP.ID, BANDUNG–Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyabet empat penghargaan sekaligus dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI pada 27 November 2018 lalu. Penghargaan tersebut diberikan kepada Wali Kota Bandung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan RSUD Kota Bandung.

Wali Kota Bandung meraih anugerah sebagai Pembina Pelayanan Publik dengan kategori Sangat Baik. Sementara Disdukcapil, DPMPTSP, dan RSUD Kota Bandung menjadi Penyelenggara Pelayanan Publik dengan kategori Sangat Baik.

Tak hanya itu, Kementerian Sosial RI juga menganugerahi Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung atas komitmen kepala daerah dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial anak jalanan. Dinsosnangkis menerima penghargaan tersebut pada 28 November 2018 lalu.

Bagi Disdukcapil dan RSUD Kota Bandung, raihan penghargaan tersebut merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut. Sementara itu, bagi Dinsosnangkis penghargaan ini merupakan yang pertama di usia lembaga yang menginjak tahun ketiga itu.

Sekretaris Disdukcapil Kota Bandung, Uum Sumiati mengungkapkan, penghargaan tersebut diraih berkat berbagai inovasi yang lahir dari semangat melayani para ASN Disdukcapil. Uum juga berterima kasih kepada masyarakat atas kerja sama dan partisipasi dalam pengelolaan data kependudukan.

“Kami melayanani pencatatan dan layanan data kependudukan. Alhamdulillah, kami berterimakasih karena kalau tidak ada respon dari masyarakat, kami tidak bisa memetik hasil seperti ini,” tutur Uum dalam Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Kamis (29/11/2018).

Ia menyebutkan, ada berbagai jenis layanan, mulai dari Mepeling (Memberikan Pelayanan Keliling), pemberian data kependudukan yang langsung diantar ke rumah, hingga inovasi yang akan segera digulirkan oleh lembaga yang dikepalai oleh Popong Nuraeni itu.

“Pelayanan kita desentralisasikan ke 30 kecamatan. Jadi pelayanan tidak hanya di kantor Disdukcapil. Kita juga punya mobil pelayanan KTP elektronik (Mepeling), sampai pembuatan akta kelahiran dan kematian,” tutur Uum.

Disdukcapil bahkan telah membuka layanan kependudukan di pusat perbelanjaan Festival Citylink bagi warga yang tidak sempat datang ke lokasi perekaman pada hari kerja.

Dalam waktu dekat, Disdukcapil akan segera meluncurkan sistem pembuatan akta kelahiran online yang terintegrasi secara nasional. Aplikasi itu akan diberi nama Salaman, kependekan dari Selesai dalam Genggaman.

“Jadi semua sudah online, tak perlu lagi datang ke kantor,” imbuhnya.

Uum menjelaskan, hingga saat ini telah ada 18 Organisasi Perangkat Daerah yang memanfaatkan data kependudukan yang disediakan Disdukcapil. Salah satunya adalah rumah sakit. Data tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kecepatan pelayanan.

“Misalnya di RSKIA Kota Bandung dulu perlu 7 menit untuk mendata pasien. Sekarang dengan menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) cukup 2 menit saja,” akunya.

Bahkan bila seorang ibu melahirkan di sana, dengan data kependudukan yang sudah terintegrasi akan langsung mendapatkan 3 dokumen kependudukan saat keluar dari rumah sakit. Ketiganya yaitu akta kelahiran anak, Kartu Identitas Anak, dan Kartu Keluarga yang sudah tertera nama sang anak. (sf)