Pelopor Ojek Online Difabel Asal Yogyakarta Meraih Rekor MURI

7
Triyono, pendiri Difa Bike dan sejumlah armadanya yang dipakai untuk layanan antar dalam dan luar kota. Tempo/Pribadi Wicaksono

NGETRIP – Museum Rekor Indonesia (MURI) menjadikan layanan ojek khusus difabel asal Yogyakarta, Difa Bike, sebagai pencatat rekor untuk kategori Pelopor Ojek Online Bagi Penyandang Disabilitas.

Rekor MURI ini dianugrahkan kepada Difa Bike bertepatan dengan momentum HUT RI ke-75 tahun sekaligus ulang tahun MURI ke-30.

MURI menyerahkan piagam untuk Difa Bike secara virtual pada Sabtu, 8 Agustus 2020 dengan nomor rekor 9580. Penerima penghargaan rekor dari MURI itu adalah Triyono, sang perintis dan pendiri Difa Bike.

“MURI menghubungi saya dan memberikan penghargaan karena memecahkan rekor untuk kategori tokoh difabel yang fokus bergerak terhadap kesetaraan tanpa batas,” kata Triyono melansir dari Tempo.

Difa Bike dinilai MURI merupakan terobosan layanan bergerak bagi orang berkebutuhan khusus di tengah masih kurangnya aksesbilitas yang disediakan oleh tranportasi umum.

Tentunya, Triyono senang dengan penghargaan itu, walaupun saat ini Difa Bike masih belum bisa beroperasi penuh karena pandemi Covid-19.

Layanan ojek difabel Difa Bike yang biasanya melayani angkutan penumpang beralih ke layanan pengantaran barang selama masa pandemi Covid-19. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Triyono mengapresiasi pernyataan pendiri MURI, Jaya Suprana yang membuatnya tetap bersemangat dalam mengelola Difa Bike, mengayomi pengemudi, dan melayani penumpang.

“Saat itu Jaya Suprana bilang, ‘difabel itu bukan orang berkebutuhan khusus, tapi orang berkemampuan khusus’,” ujarnya menirukan ucapan Jaya Suprana.

Dalam pencatatan MURI, layanan Difa Bike yang dibuat Triyono ini mampu memberikan pengaruh positif bagi mobilitas penyandang disabilitas di sekitarnya. Difabel daksa dengan alat bantu tongkat, kaki palsu, kursi roda, dan tunanetra menjadi mandiri.

Triyono seorang difabel daksa akibat kedua kakinya terkena polio ini adalah alumnus Ilmu Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta. MURI menilai Triyono sebagai sociopreneur yang turut membantu menciptakan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.